PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dalam beberapa bulan belakangan ini. listrik yang dikelola oleh BUMD Tuah Sekata Pelalawan semakin tidak terurus. Celakanya, setiap hari lampu mati-hidup tidak terhitung lagi jumlahnya. Kondisi ini membuat sejumlah barang elektronik pelanggan rusak.

"Kami menyesal sekali, menjadi pelanggan listrik yang dikelola oleh BUMD Tuah Sekata. Sebulan terakhir ini, listrik yang dikelola tidak terhitung lagi, mati-hidupnya," papar sejumlah pelanggan yang mengeluhkan pelayanan BUMD Tuah Sekata, Senin (4/3/2013).

Menurut warga, akibat kondisi ini maka sejumlah barang elektronik, seperti kulkas, AC, TV, kipas angin secara bergantian rusak. "Bermacam-macam peralatan elektronik, milik kami sudah mulai rusak. Hal ini tentunya di akibatkan oleh, mati-hidupnya lampu itu," tukas warga.

Jika tidak ada solusi yang mengembirakan dari pihak pengelola, sambungnya, maka para pelanggan BUMD Tuah Sekata itu berencana akan beralih ke PLN. "Jika kondisi ini seperti ini terus tanpa ada jalan keluarnya, kami akan beralih ke PLN saja," imbuh warga.

Di tempat terpisah, Plt Dirut BUMD Tuah Sekata, Yumardi untuk sekarang ini, tidak ada jalan keluarnya, berkaitan listrik hidup-mati karena daya kurang. ''Jalan keluarnya listrik dari BUMD ini menunggu PLTG Langgam beroperasi. Kita tunggu saja, PLTG Langgam beroperasi, nanti bisa menjawab kekurangan daya ini," tukasnya.

Sementara itu, kepala ranting PLN Pelalawan, Said Murtazak, mengakui di PLN sendiri masih kekurangan daya. Jika ada pelanggan BUMD akan beralih ke PLN, untuk saat ini, pihaknya belum bisa menyanggupi. "Saat ini, kita belum bisa menampung pelanggan BUMD yang ingin beralih ke PLN. Jika saja warga beralih maka bukan tak mungkin akan mengakibatkan PLN mengalami nasib yang sama seperti BUMD," tandasnya. (ilm)