
SELATPANJANG - Warga Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau, khawatir aktivitas pengangkutan batu bronjong merusak jalan. Pasalnya, pihak rekanan menggunakan mobil besar saat membawa batu bronjong itu.
Keluhan ini disampaikan oleh Taufik Hidayat, salah seorang Pemuda Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Waktu itu Taufik mengatakan warga setempat merasa khawatir dengan besarnya kendaraan dan beban angkutan, bisa merusak jalan.
Baca Juga: Jalan Menuju Kempang Mekong-Semukut Kembali Terendam, Ini Harapan Warga ke Rekanan
Batu bronjong ini dibongkar di Sungai Perumbi yang jaraknya jauh dari lokasi pembangunan yaitu di jalan menuju kempang Mekong-Semukut. Untuk mengangkut material Bronjong, melintasi jalan warga di Desa Alai lalu melintasi juga di Desa Mekong.
Khawatir akan kerusakan jalan dari aktivitas ini, warga meminta pihak rekanan menggunakan mobil kecil atau pick up dalam penangkutan material yang dibongkar di Sungai Perumbi. Atau memanfaatkan gerobak-gerobak dengan memperkerjakan masyarakat setempat.
Menanggapi keluhan ini, Anggota Komisi B DPRD Kepulauan Meranti DR Cand M Tartib SH MSi, meminta rekanan memperhatikan kondisi jalan. Ia juga meminta rekanan tidak mengangkut material melebihi tonase di jalan yang dikhawatirkan akan rusak ini.
Baca Juga: Dua Kecamatan Pernah Kroyokan Memperbaiki Jalan Kempang Mekong-Semukut
"Kita minta rekanan memperhatikan. Angkutan tidak melebihi tonase," ujar M Tartib.
Baca Juga: Tanggapi Saran DPRD, PU Kep Meranti Kaji Pembangunan Jalan Kempang Mekong-Semukut
M Tartib menambahkan, kalau memang rekanan enggan berbagi rezeki dengan masyarakat setempat tidak masalah. Namun, rekanan harus memperhatikan kondisi jalan yang dilalui.
Baca Juga: Bupati Irwan Sempat Minta Dinas PU Tegur Rekanan Peningkatan Jalan Mekong-Semukut
"Pesan kita, bagaimana pengkutan tidak merusak jalan. Kalau tak mau berbagi ya sudah, isinya jangan dipenuhkan ketika diangkut menggunakan mobil besar," ujar M Tartib.
Baca Juga: PU Diminta Buat Perencanaan Pembangunan Jalan Kempang Mekong-Semukut
M Tartib juga mengimbau masyarakat dan pemerintah desa mendukung pembangunan dari Pemda. Rekanan yang bekerja juga harus disupport, mengingat waktu efektif pengerjaan kurang dua bulan.
"Masyarakat harus mensupport rekanan, waktu cukup singkat. Masyarakat kalau ingin berpartisipasi dalam pembangunan ini, komunikasikanlah baik-baik dengan rekanan," harap Politisi Gerindra ini. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini