SELATPANJANG - Jalan menuju kempang penyeberangan antara Desa Mekong ke Desa Semukut kembali terendam air laut yang sedang pasang. Jalan ini menjadi langganan banjir tahunan ketika debit air laut mulai meningkat.

Terendamnya jalan menuju sungai terus (Selat Rengit, red) terlihat dari foto yang diupload oleh akun Hairun Nizat, salah seorang warga Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau. Foto itu diberi judul "Ini desaku, desamu?".

Baca Juga: Dua Kecamatan Pernah Kroyokan Memperbaiki Jalan Kempang Mekong-Semukut

Terlihat beberapa warga berada di dalam kempang. Selain itu, ada juga beberapa unit kendaran bermotor di kempang yang sama. Kempang ini diperuntukkan bagi warga yang siap membayar jasa pengangkutan menuju kempang penyeberangan di Selat Rengit atau ke tanah yang lebih tinggi (arah ke Selatpanjang).

Baca Juga: PU Diminta Buat Perencanaan Pembangunan Jalan Kempang Mekong-Semukut

Hairun Nizat sempat membalas beberapa pertanyaan warga terkait foto tersebut. Menurutnya, foto itu baru saja diambil dan diupload Senin (31/10/2016) sore. "Tadi tu. Tragedi oktober kate oang ni. Bulan depan dh tak bekace lg de. Dah bedelen," tulis Hairun Nizat dengan dialek daerah yang artinya foto itu baru diambil pada hari yang sama waktu diupload, dan bulan depan masalah itu segera tuntas karena ada peningkatan jalan sedang dikerjakan.

Baca Juga: Tanggapi Saran DPRD, PU Kep Meranti Kaji Pembangunan Jalan Kempang Mekong-Semukut

Warga yang lain merespon dengan harapan pihak rekanan pengerjaan bronjong di jalan itu bisa komit dengan jadwal penyelesaian pekerjaan. Sehingga, masalah yang terus dihadapi ketika debit air laut meningkat bisa teratasi. "Semoge aje kontraktornye komitmen selesaikan jalan tu, soalnye dah menang lelang kontraktornye," tulis akun Heru Susanto.

Baca Juga: Bupati Irwan Sempat Minta Dinas PU Tegur Rekanan Peningkatan Jalan Mekong-Semukut

Sebelumnya, Dinas PU Kepulauan Meranti mengatakan, peningkatan Jalan Alai-Mekong itu sepanjang lebih kurang 2,2 KM. Dimana, selain Base B, jalan menuju ke kempang penyeberangan akan dibangun beronjong model turap dan ada penimbunan. Pembangunan ini bersumber dari dana DAK sebesar Rp9 miliar lebih. Pengerjaan peningkatan jalan ini sudah dimulai akhir Oktober 2016. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini