SELATPANJANG, GORIAU.COM - Masyarakat Kepulauan Meranti terutama di Selatpanjang dan sekitarnya tidak lagi bisa nyaman melintasi jalan Banglas terutama sore hari. Jalan Banglas tepatnya di Pasar Ramadan saat ini mengalami macet parah.



Macet parah ini akibat pemindahan pasar ramadan dari Jalan Ahmad Yani ke Jalan Banglas.

Kebijakan Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan itu tampaknya menyulitkan masyarakat dan konsumen. Pasalnya mulai pukul 16.00 WIB menjelang waktu berbuka jalan ini dalam keadaan macet parah.

Hal itu juga dikeluhkan Atan, salah seorang masyarakat Selatpanjang, Jumat (19/6/2015). "Kita tidak mengerti dengan kebijakan Dinas ini. Pemindahan pasar malah menyulitkan masyarakat. Jalanan macet, area pasar yang sempit," ucap Atan.

Kata Atan lagi, Kepolisian dan Dinas Perhubungan telah menurunkan personel untuk mengatur lalu lintas, namun kemacetan di salah satu jalan utama di Selatpanjang itu tidak dapat dihindari. Alhasil, banyak konsumen yang lebih memilih untuk tidak singgah dan mencari takjil berbuka di tempat lain.

"Mending ke tempat lain, dari pada belanja di sini. Kebijakan pemerintah ini lucu dan aneh, kami selaku masyarakat komplain dengan pemindahan ini," tuturnya.

Berdasarkan pantauan, jalan Banglas yang memiliki lebar hanya 4 meter itu digunakan untuk dua arah. Pemindahan pasar di persimpangan Gang Sempaya semakin memacetkan jalan, karena banyak pengunjung yang memarkirkan kendaraannya persis di pinggir jalan sehingga menutupu sebagai bodi jalan.

"Kondisi itu berbeda dengan (pasar) waktu di Jalan Ahmad Yani tahun-tahun sebelumnya. Penyediaan tempat parkir khusus dan penutupan jalan menjelang waktu berbuka tidak menyebabkan macet. Malah masyarakat lebih mudah berbelanja karena areanya lebih luas," ucap Apis, salah seorang penjual Takjil Ramadhan di Pasar Banglas.

Pasar ramadan ini diresmikan pemakaiannya pada Kamis (18/6/2015) siang oleh Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti, T Akhrial.(zal)