PEKANBARU – Festival Rebana dan Lomba Tahfidz Al-Qur'an se-Provinsi Riau kembali digelar oleh Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB).

Festival Rebana dan Lomba Tahfidz Al-Qur'an se-Provinsi Riau ke-2 ini digelar FPKB di Gedung Serba Guna Taman Budaya Riau, Ahad (13/3/2022).

Aisyah Nur Ramadhani, yang merupakan Juara 1 MTQ Internasional Tijan Annour Qatar 2022 membuka acara ini, melalui lantunannya yang merdu dalam membaca ayat suci Al-Quran mampu membius telinga seluruh peserta, panitia hingga tamu undangan.

"FPKB mengadakan kegiatan ini berfokus untuk menggali dan membangkitkan kembali seni budaya islam yang ada di Riau yang mulai luntur dan ditinggalkan oleh anak-anak zaman sekarang," ucap Ketua FPKB Masril Ardi.

Lanjut Masril kegiatan rutin ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah masyarakat terhadap kesenian Islam seperti rebana dan mencetak para penghafal Al-Qur'an.

Untuk festival rebana diikuti sebanyak 15 grup. Sementara, untuk Lomba Tahfidz Al-Qur'an diikuti 70 peserta dari usia 5-15 tahun baik putra maupun putri.

"Dalam perlombaan tahfidz al-qur'an dan festival rebana yang ke-2 ini kami hanya menerima peserta pemula saja. Jadi semua pesertanya ini pemula, dan peserta atau juara yang tahun lalu tidak boleh lagi ikut sehingga," terang Masril.

Melalui lomba atau festival ini, FPKB berharap mampu memicu semangat anak-anak dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur'an serta mengamalkan setiap kandungannya.

Sementara itu, Asisten I Setdaprov Riau Masrul Kasmy yang membuka festival ini menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung penuh kegiatan yang diadakan oleh Forum Pekanbaru Kota Bertuah tersebut.

Hal ini sejalan dengan salah satu program dari Gubernur Riau, Syamsuar yakni program satu guru hafiz.

"Kegiatan ini merupakan salah satu agenda yang didukung penuh oleh Gubernur Riau. Tentu ini patut kita dukung melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) dari APBD Riau 2022," ujar Masrul.

Masrul menambahkan, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan semakin banyak penghafal Al-Quran bermunculan di Bumi Lancang Kuning.

"Program satu guru hafiz ini tentu akan direspon oleh Pemprov Riau untuk mencetak 100 ribu para hafiz dan hafizah handal Riau," tutupnya. ***