
RENGAT,GORIAU.COM - Sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) beserta istri dan anak yang merupakan masyarakat Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau kembali seruduk kantor Bupati Inhu, Kamis (26/3/2015). Mereka datang dengan menggunakan truk dan sepeda motor.
Kedatangan ratusan warga itu guna menagih janji Pemkab Inhu terkait penyelesaian tuntutan lahan milik mereka yang saat ini diduga dikuasai pihak perusahaan PT Palma 1 Grup Duta Palma Nusantara.
Dalam tuntutannya, ratusan pendemo menagih janji Pemkab Inhu untuk menuntaskan kejelasan lahan mereka seluas 600 hektar yang sudah memiliki surat keterangan ganti rugi (SKGR).
"Kami minta Pemkab Inhu bisa segera menuntaskan persoalan ini, karena sejak tahun 2010 lalu, kami selalu dijanjikan tampa ada kejelasan yang pasti. Sementara SK Bupati Inhu Nomor 180 Tahun 2010 sudah diterbitkan yang menyatakan lahan tersebut seluas 3000 hektar harus diinkluve. Dan dari 3000 hektar itu, kami hanya meminta 600 hektar", ujar Korlap demo, Uuk Saparudin.
Selain itu, koordinator aksi Sujarno menyebutkan bahwa selama ini masyarakat merasa telah dibohongi oleh Pemkab Inhu dalam hal ini Dinas Perkebunan. "Kepala Dinas Perkebunan H Hendrizal pembohong, janji hanya tinggal janji. Akibat janji palsu Kadisbun itu, 300 kepala keluarga yang berhak atas lahan seluas 600 hektar tersebut terlantar karena tidak memiliki lahan untuk bertani dan berkebun", tegasnya.
Ditambahkannya, setelah SK Bupati Inhu diterbitkan, bayak pihak-pihak yang memangku kepentingan yang menguasai lahan tersebut, mulai dari koperasi, kelompok yang mengatasnamakan masyarakat, pengusaha bahkan hinga anggota DPRD.
"Dengan demikian, kami berharap agar Pemkab Inhu dan instansi terkait untuk bisa menuntaskan persoalan ini. Kami juga butuh hidup layak, anak kami juga butuh sekolah", pungkasnya.
Pantaua GoRiau.Com di kantor Bupati Inhu, aksi demo berjalan aman dan terkendali. Terlihat ratusan personil gabungan Polres dan Polsek serta Satpol PP menjaga ketat jalannya aksi.
Tidak hanya laki-laki, para pendemo juga melibatkan istri dan anak-akan mereka saar menyampaikan orasi. Mereka juga membawa beberapa spanduk dan poster yang bertuliskan ungkapan kekecewaan mereka. Ratusan pendemo itu akhirnya bubar setelah melakukan mediasi dengan Wakil Bupati Inhu, H Harman Harmaini, Kadisbun Inhu, H Hendrizal, Kabag Huku, Administrasi Pemerintahan, Waka Polres dan pihak terkait lainnya.(jef)