JAKARTA - Aktivitas pelayaran energi global berangsur pulih seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa kapal-kapal pengangkut minyak mulai kembali melintasi Selat Hormuz setelah Washington dan Teheran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Selat Hormuz selama ini menjadi sorotan utama karena posisinya sebagai salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk langsung dengan pasar internasional. Gangguan lalu lintas kapal komersial di wilayah tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran luas terkait terputusnya pasokan energi dan terancamnya stabilitas pasar minyak dunia.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Senin (15/6/2026), kelancaran pelayaran di jalur strategis tersebut dilaporkan perlahan pulih. Jalur pelayaran di kawasan perairan ini diklaim sudah aman untuk kembali dilalui oleh kapal-kapal dagang internasional.

"Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang membawa muatan minyak, keluar dari Selat Hormuz," tulis Trump seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Titik terang penyelesaian ketegangan ini lahir dari jalur diplomasi. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, bertindak sebagai mediator yang mengumumkan langsung keberhasilan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran setelah melalui serangkaian perundingan intensif.

Kedua belah pihak sepakat menghentikan operasi militer secara segera dan permanen. Keputusan ini mencakup seluruh front konflik yang sebelumnya memanas, termasuk mengakhiri ketegangan di wilayah Lebanon.

Proses perdamaian tersebut akan segera diresmikan melalui jalur legalitas. Penandatanganan kesepakatan antara kedua negara dijadwalkan berlangsung secara resmi di Swiss, Jumat mendatang.

Pengumuman mengenai kemajuan mediasi ini mendapat sambutan positif dari berbagai negara. Normalisasi jalur perdagangan internasional melalui pembukaan kembali Selat Hormuz diharapkan membawa kepastian bagi pemulihan stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan tersebut.***