
JAKARTA - Ruang dialog antara pemerintah dan elemen mahasiswa tercipta saat Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menerima kedatangan perwakilan demonstran dari tiga perguruan tinggi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Massa yang tergabung dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka awalnya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Aksi jalanan tersebut kemudian berujung pada penerimaan perwakilan mahasiswa untuk berdiskusi langsung di dalam istana.
Dalam pertemuan konstitusional itu, mahasiswa menyodorkan tuntutan lintas isu. Mereka meminta evaluasi dan pembekuan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengalihan dana operasional ke Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembatalan kenaikan Pertamax, serta peninjauan ulang Undang-Undang Polri.
Koordinator Aksi UBK, Muhammad Abdimaludin, menilai audiensi berjalan lancar dan menjadi wadah efektif untuk mengutarakan aspirasi.
"Kawan-kawan mahasiswa pun menyampaikan aspirasi, baik keluh kesah mereka dari daerah, baik dari keluh kesah skala nasional, mereka menyampaikan secara konstitusional ke depan langsung Wakil Presiden," ungkap Koordinator Aksi UBK, Muhammad Abdimaludin.
Seluruh tuntutan ini dijanjikan akan diteruskan kepada Presiden, Prabowo Subianto. Kendati demikian, mahasiswa menegaskan batas waktu lima hari bagi pemerintah untuk menindaklanjuti kajian tersebut sebelum mereka kembali turun ke jalan menggelar aksi berjilid-jilid.
Plt Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menyebut pemerintah sangat menghargai kebebasan berpendapat dari kelompok mahasiswa.
"Pada prinsipnya Wakil Presiden karena kita tentu adalah negara yang basisnya demokrasi, kemudian landasan hukum, maka hal-hal seperti itu sangat dihargai. Dan itulah buktinya bahwa sore ini berkenan menerima perwakilan mahasiswa," urai Plt Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar.***