PEKANBARU - Provinsi Riau masuk dalam sepuluh destinasi wisata halal yang ada di Indonesia. Yang mana, Riau dianggap memiliki potensi besar untuk meraih peruntungan pasar wisata halal dari 6,8 miliar penduduk dunia, yang 1,6 miliar diantaranya beragama islam (muslim).

"Kita (Riau) masuk sepuluh destinasi wisata halal. Makanan khas melayu kita kebanyakan bernafas islam, tentunya halal. Ini sudah menjadi modal besar kita untuk mengembangkannya," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau.com usia mengikuti acara Gema Muharram di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (11/10/2016) malam.

Adapun salah satu wisata halal yang ditemui dalam Gema Muharram ialah berbuka puasa massal menggunakan bubur asyura. Andi Rachman pun semakin optimis, mengingat iven wisata religi yang tiga tahun berturut-turut memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) itu diminati ribuan masyarakat.

"Kita akan dukung terus langkah-langkah Pemkab Inhil dalam mengembangkan iven Gema Muharram. Bukan cuma destinasi wisata halal, tetapi juga wisata religinya," tegas Andi Rachman.

Seperti diketahui, Riau masuk dalam sepuluh destinasi World Halal Tourism bersama sembilan provinsi lainnya yang dipilih oleh Kementerian Pariwisata, yakni Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Lombok, Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). (*/dnl)