PEKANBARU - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terpantau masih sangat terkendali. Berdasarkan data pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas atau hotspot di Riau tercatat hanya ada satu titik, Kamis (11/6/2026).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa provinsi tetangga di Pulau Sumatera yang mencatatkan belasan titik panas. Secara keseluruhan, total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 17 titik dengan sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan yakni 6 titik, disusul Lampung 5 titik, dan Bangka Belitung 5 titik.

"Untuk Provinsi Riau, hanya terdeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera dan menunjukkan kondisi karhutla di Riau masih relatif terkendali," jelas Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang.

Minimnya kemunculan titik panas ini selaras dengan kondisi cuaca Riau yang masih sering diguyur hujan. BMKG mencatat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih membasahi sejumlah wilayah Riau sejak pagi hingga dini hari, termasuk kawasan Indragiri Hulu yang menjadi lokasi terdeteksinya titik panas tersebut.

Meski angka sebaran titik panas menunjukkan tren positif yang menggembirakan, otoritas cuaca tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah. Kewaspadaan berlapis harus terus diterapkan selama periode ini berlangsung guna mencegah munculnya potensi kebakaran baru.

Masyarakat sangat diimbau untuk menghindari praktik pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar. Pengawasan intensif dan kesadaran kolektif dari seluruh elemen warga tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas udara tetap sehat tanpa kabut asap. Apakah