PEKANBARU, GORIAU.COM - Dalam setiap Pemilihan Presiden, Riau selalu menjadi provinsi yang terabaikan dan tidak diperhitungkan keberadaannya. Sebab, dari segi populasi penduduk, Riau sangat kecil bila dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia.
Padahal, dari segi Sumber Daya Alam, Riau sangat kaya dan merupakan penyumbang terbesar APBN dari sektor Migas. Namun, orang Riau kurang beruntung dari segi posisi strategis di negara ini.
Bagaimana tidak, sejak Republik Indonesia merdeka pada tahun 1945 hingga sekarang, Riau baru mencicipi dua kali sebagai Mentri. Yakni, Syarwan Hamid dan Lukman Edi. Sementara itu, peradaban Riau semakin dilupakan Jakarta. Lantas, bagaimanakah nasib Riau ketika Prabowo Subianto menjadi Presiden dan Hatta Rajasa sebagai wakilnya?
"Kemenangan Prabowo-Hatta merupakan kemenangan rakyat Riau," jawab tokoh Riau, Fauzi Kadir selaku Wakil Ketua Indonesia Satu Pusat. Pembahasan nasib Riau ke depan dibahas dalam sebuah diskusi di Sekretariat Kader Hatta Rajasa, Selasa (3/6/2014) yang dihadiri lintas organisasi pemuda Riau.
Dalam kesempatan itu, juga hadir Jony S Mundung selaku tim Indonesia Satu Provinsi Riau. Fauzi Kadir datang sebagai narasumber tentang bagaimana visi misi Prabowo-Hatta dan Riau dimata Republik Indonesia.
Dikatakan Fauzi, visi misi Prabowo-Hatta sangat sesuai dengan kondisi Riau saat ini. Sebab, secara SDA Riau merupakan kawasan pertanian dan perkebunan. "Prabowo-Hatta punya keinginan besar, bagaimana Indonesia ini mampu menjadi negara swasembada pangan. Sehingga, kita tidak perlu impor hasil pertanian lagi," katanya.
"Prabowo-Hatta juga bertekad untuk nasionalisasi aset yang ada di Indonesia," lanjut Fauzi.
Cita-cita Prabowo-Hatta yang tak kalah penting, kata Fauzi, menyangkut listrik nasional. Karena, saat ini Indonesia masih kekurangan energi listrik. Bahkan, masih ada beberapa daerah yang tidak menikmatinya. "Ini yang ingin diatasi Prabowo-Hatta," tegasnya.
Untuk mewujudkan itu semua, jelas fauzi, tidak bisa dilakukan oleh segelintir orang. Solidaritas dan rasa cinta Riau harus tertanam diseluruh jiwa masyarakat. "Dan, saya yakin masyarakat Riau sudah cerdas dalam menentukan nasib Riau," ujarnya.(san)