
PEKANBARU - Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas menyoroti kendala mental bertanding dan kelelahan fisik usai timnya ditekuk 1-3 oleh Bhayangkara Lampung FC. Kekalahan pada laga perdana I.League Cup 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Rabu (4/11/2026) malam tersebut, membongkar sejumlah kelemahan skuad pelapis Askar Bertuah kala menghadapi tim dari kasta tertinggi kompetisi.
Juru taktik PSPS itu tidak menampik bahwa para pemainnya tampil di bawah tekanan. Keputusan merotasi skuad dengan menurunkan amunisi yang minim menit bermain justru memicu kepanikan di atas lapangan, terutama saat merespons agresivitas Bhayangkara FC pada menit-menit awal pertandingan.
"Mungkin beberapa pemain yang jarang tampil, kemudian bertemu tim yang juga bagus, sedikit nervous. Sayangnya, kita terlalu cepat kebobolan dan itu membuat pemain semakin tertekan," beber Akhyar saat memberikan keterangan pers usai pertandingan.
Secara taktik, Akhyar memandang anak asuhnya tidak bermain buruk, khususnya ketika tensi pertandingan memasuki paruh kedua. Barisan penyerang PSPS perlahan menemukan ritme dan mulai membongkar pertahanan disiplin tim tamu. Sayangnya, penyelesaian akhir yang terburu-buru serta rentetan kesalahan mendasar—seperti kontrol bola dan akurasi umpan—membuat sejumlah peluang emas terbuang percuma.
Tiga gol yang bersarang di gawang tuan rumah dinilai murni akibat kelengahan barisan pertahanan sendiri. Ia melihat gol-gol tersebut berawal dari blunder pemain PSPS ketimbang skema serangan Bhayangkara yang tidak bisa diantisipasi.
Selain urusan mental, Akhyar turut menyoroti ketatnya jadwal pertandingan. Skuad Askar Bertuah hanya memiliki waktu pemulihan sekitar dua hingga tiga hari setelah melakoni dua laga tandang beruntun melawan Persikad Depok dan Adhyaksa FC. Kondisi fisik yang terkuras memaksa tim pelatih memutar otak meracik komposisi pemain demi menghindari badai cedera.
"Kita punya waktu pendek sekali setelah pulang dari dua pertandingan. Dari awal memang kita ingin menyimpan beberapa pemain supaya lebih bugar. Kita melihat siapa yang lebih bugar, dia yang akan main," urainya.
Kehadiran turnamen I.League Cup sejatinya disambut positif sebagai panggung pembuktian bagi pemain pelapis. Namun, Akhyar berharap pihak penyelenggara bisa lebih memperhatikan jarak antarpertandingan agar setiap tim memiliki waktu pemulihan yang memadai.
Ia menegaskan fokus utama tim saat ini tetap tertuju pada kompetisi reguler. Kekalahan dari Bhayangkara menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki koordinasi dan ketenangan pemain ketika menghadapi tekanan tinggi.
"Kita memang sejak awal fokusnya ke Liga 2 atau Championship. Waktunya terlalu rapat dan kita juga tidak menurunkan kekuatan penuh. Namun, kita tetap yakin dengan skuad yang ada saat ini," pungkasnya. ***