
PEKANBARU - Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengaku tak tahu menahu awal mula perjanjian pemerintah terdahulu dengan pihak ketiga untuk membangunkan Riau Town Square (Ritos) bersebelahan dengan areal lahan Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Maka dari itu, ia tak mau gegabah mengambil keputusan dalam menentukan masa depan Ritos.
"Itu (Ritos) nggak tahu persis, asal usulnya kenapa dijadikan kerjasama dengan pihak ketiga dan akhirnya terhenti. Kita cari tahu dulu posisinya seperti apa," kata orang nomor satu di Riau ini kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (18/11/2016).
Baca Juga: Wanprestasi? Masa Depan Riau Town Square Bikin Bimbang
Sebelum memutuskan untuk melanjutkan pembangunan Ritos atau tidak, Andi pun akan terlebih dahulu mencari tahu perihal mangkraknya pembangunan Ritos kepada investor. Baik menyangkut perjanjian yang harus diperbaiki, perizinan yang harus dicek ulang, dan kajian sisi bisnisnya.
Baca Juga: Belum Lihat Dokumen Lama, Sekda Riau Perlu Kaji Ulang Pembangunan Ritos
"Kalau perlu negosiasi ulang. Tapi sejauh ini belum dapat laporannya. Kita tunggu pak Asisten II melapor pada saya melalui pak Sekda," kata Andi Rachman.
Sekedar pengingat, pembangunan Ritos melibatkan pihak ketiga, yakni PT Bangun Megah Mandiri Propetindi (BMMP) dengan rencana anggaran mencapai Rp1,5 triliun. Ritos dibangun di atas lahan seluas 35 ribu meter persegi yang di dalamnya akan menjadi pusat bisnis seperti mal, hotel 16 lantai, galeri, sarana olahraga dan sarana pendukung lainnya.
Seperti diketahui, ritos merupakan kawasan bisnis berupa hotel, pusat olahraga, pusat perbelanjaan yang rencana pengembangannya akan dilakukan dengan sistem Bangun Guna Serah (BGS) dengan melibatkan pihak ketiga sehingga tidak membebankan APBD. ***