
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau kembali didemo. Kali ini, puluhan massa yang datang atas nama Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (HIMAROHU) Riau.
Mereka datang mencari titik terang terkait lima desa yang saat ini menjadi sengketa antara Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Pasalnya, dalam rapat pleno penetapan DPT Pileg 2014, warga lima desa tersebut diputuskan memilih di Kabupaten Kampar.
Massa menilai, KPU Riau telah bertindak semena-mena menggunakan otoritasnya. Untuk itu, massa meminta KPU Riau agar bersikap jujur dan adil. Tuntutan selanjutnya, mereka meminta KPU Riau mencabut kembali putusan yang berisi tentang masuknya DPT Rohul ke Kampar.
Jika poin-poin tersebut tidak bisa dipenuhi KPU Riau, massa meminta Tengku Edi Sabli untuk mundur dari jabatan ketua KPU Riau.
"Kalau tidak bisa mengembalikan lima desa tersebut ke DPT Rohul, maka kami meminta saudara ketua mundur," ungkap Alman Suri selaku Korlap dalam orasinya di Kantor KPU Riau, Kamis (24/10/2013).
Sebelumnya, aksi demonstrasi terkait lima desa sengketa antara Rokan Hulu dan Kampar di KPU Riau langsung dilakukan masyarakat tersebut. Mereka juga meminta DPT dikembalikan ke Rokan Hulu.
Lima desa tersebut yakni Muara Intan, Intan Jaya, Tanah Datar, Rimba Jaya dan Rimbo Makmur.(san)