SELATPANJANG - Sebanyak 64 peserta resmi mewakili Kabupaten Kepulauan Meranti untuk bersaing dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Kepastian jumlah kafilah ini disahkan melalui rapat finalisasi di Ruang Rapat Melati Lantai III Kantor Gubernur Riau, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan yang mempertemukan perwakilan dari 12 kabupaten/kota se Riau tersebut menyepakati total keseluruhan peserta yang akan berlaga di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Rapat ini dipimpin langsung oleh Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur.

"Total ada 816 peserta yang akan berlomba pada MTQ ke-44 Provinsi Riau. Terdiri dari 808 peserta inti dan 8 peserta cadangan. Seluruhnya telah disahkan dan diterima oleh kabupaten/kota," papar Zulkifli Syukur di hadapan peserta rapat.

Persaingan di 11 Cabang Lomba

Tahun ini, arena MTQ Riau akan mempertandingkan 11 cabang kompetisi yang menguji kemampuan para peserta dalam mendalami kitab suci dan hadis. Cabang tersebut meliputi Seni Baca Al Quran, Qira'at, Hafalan, Tafsir, Fahm, Syarh, Seni Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah Al Quran (KTIQ), Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH), Musabaqah Hadis Nabi, hingga Barzanji.

Berdasarkan data yang disahkan, penyebaran 816 peserta dari masing-masing daerah tercatat sebagai berikut:

  • Kampar, Siak: Masing-masing 73 peserta
  • Indragiri Hulu, Rokan Hulu: Masing-masing 72 peserta
  • Rokan Hilir, Kuantan Singingi: Masing-masing 71 peserta
  • Bengkalis, Kota Pekanbaru: Masing-masing 70 peserta
  • Kota Dumai: 68 peserta
  • Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir: Masing-masing 64 peserta
  • Pelalawan: 45 peserta

Merespons pengesahan tersebut, Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, SSos memastikan kesiapan daerahnya. Penetapan kuota 64 peserta ini menjadi acuan final bagi Meranti untuk mematangkan persiapan teknis sebelum keberangkatan.

"Kami bersyukur seluruh proses verifikasi dan penetapan peserta berjalan lancar. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen memberikan dukungan maksimal kepada para kafilah," ungkap Tengku Arifin.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kuansing sebagai tuan rumah telah merampungkan segala persiapan infrastruktur dan teknis acara, termasuk peluncuran logo resmi. Seluruh pihak kini tinggal menantikan hari pelaksanaan ajang religi tahunan tingkat provinsi tersebut. ***