TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Masyarakat Peduli Pendidikan Indragiri Hilir (MPPI), menerima banyak keluhan dari Kepala Sekolah yang ada di Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Keluhan tersebut terkait banyaknya guru yang datang bermaksud untuk mengajar di sekolah tersebut.

Guru-guru yang datang tersebut umumya berasal dari desa dan bermaksud pindah ke sekolah-sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA yang ada di Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

Menanggapi hal itu, perwakilan MPPI, Fahruddin kemudian menyerahkan data-data sekolah yang telah kedatangan guru-guru tersebut kepada komisi IV DPRD Inhil, Senin (30/3/2015) sore.

Kedatangan Fahruddin disambut oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas, dan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini langsung menerima data-data sekolah yang telah kedatangan guru tersebut.

''Berdasarkan keterangan kepala sekolah kepada kami, guru-guru ini datang sudah membawa SK dari BKD, padahal sekolah-sekolah itu sudah penuh tenaga pengajar,'' ujar Fahruddin menjelaskan kepada Herwanissitas.

Selain itu pula, Fahruddin mengatakan sangat kesal terkait guru-guru yang pindah tersebut, karena menurutnya desa-desa lebih membutuhkan guru, apalagi jumlah guru di kota sudah menumpuk.

''Kita sudah tanya ke Disdik, mereka bilang BKD yang kasi pindah, kita tanya BKD katanya dibantu oknum anggota dewan,'' tuturnya kesal.

Mendengar hal itu, Herwanissitas pun berjanji secepatnya akan memanggil seluruh pihak terkait untuk melakukan rapat dengar pendapat.

''Kita tidak bisa banyak statement, tapi mudah-mudahan ini bukan upaya pembodohan secara sistematik,'' ujar Sitas.

Sementara itu, beberapa sekolah yang sudah kedatangan guru-guru dari desa adalah, SDN 009 Tembilahan Kota, 5 orang guru baru masuk dari daerah. SDN 004 Tembilahan Kota, 4 orang guru. SDN 020 Tembilahan kota, 4 orang guru 4. SDN 008 Tembilahan Hulu, 3 orang guru. SMPN 2 Tembilahan Hulu 2 orang guru. SMPN 1 Kota 2 orang guru. SMAN 2 Tembilahan Kota sekitar 3 orang guru.(ayu)