
PEKANBARU - Lonjakan suhu udara yang ekstrem memicu rentetan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Provinsi Riau. Selain titik api baru di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, fokus penanganan kini terpecah ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Siak, hingga Pelalawan, Rabu (3/6/2026).
Di wilayah Rantau Bais, Rohil, ancaman api semakin nyata karena posisinya yang berhimpitan langsung dengan sumber ekonomi masyarakat setempat. Cuaca panas ekstrem membuat tim pemadam harus bekerja ekstra keras mengisolasi pergerakan api agar tidak menciptakan kerugian ekonomi yang masif.
"Kondisi siang ini di Rantau Bais panas menyengat. Dua tim Manggala Agni terus melakukan upaya penyekatan kebakaran mengingat di posisi samping terdapat tanaman akasia liar dan kebun sawit masyarakat," papar Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto.
Penyekatan ini menjadi strategi krusial mengingat kebun sawit warga sangat rentan tersapu kobaran api jika arah angin berubah. Selain di Rantau Bais, tim Daops Pekanbaru lainnya juga tengah disiapkan untuk meluncur memberikan perbantuan pemadaman di daerah Bangko, Rohil.
Konsentrasi personel Manggala Agni benar-benar diuji dengan sebaran titik api yang sporadis. Di Kabupaten Pelalawan, operasi darat masih terus berlangsung tanpa henti untuk memastikan api tidak kembali menyala dari dalam gambut.
"Wilayah Sokoi masih dilaksanakan pemadaman oleh tim Daops Manggala Agni Rengat," tambahnya.
Sementara itu, kabar sedikit melegakan datang dari kawasan Kandis, Kabupaten Siak. Upaya pemadaman maraton yang dilakukan petugas gabungan mulai menunjukkan hasil positif. Target penyelesaian operasi pemadaman di kawasan tersebut diharapkan tuntas hari ini, sehingga sebagian pasukan bisa dialihkan ke titik krisis lainnya, termasuk ke Pulau Rupat yang baru terpantau titik apinya Selasa (2/6/2026). ***