
DUMAI, GORIAU.COM - Menabur janji di lapangan terbuka atau di pentas besar bagi para calon legislatif saat ini benar-benar tidak efektif. Selain warga ''muak'' dengan janji-janji , warga juga menilai kampanye akbar tidak punya sasaran yang jelas. Akibatnya, banyak partai tak memanfaatkan jadwal kampanye akbar yang sudah diberikan.
Kondisi ini juga terjadi di Kota Dumai, Riau. Hampir semua partai belum menggelar kampanye akbar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Padadal seharusnya, sejak dimulai dari hari Minggu, 16 Mater 2014 kemarin, sudah melakukan kampanye akbar.
Banyak partai justru melakukan rapat internal dan melakukan kunjungan ke pasar. Namun, ada pula parpol yang tidak melakukan kampanye sama sekali, padahal jadwal sudah ditentukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Dumai.
''Sejak tanggal 16 hari, Minggu kemarin, sampai saat ini belum ada satu partai pun yang melakukan kampanye akbar yang melibatkan banyak massa. Paling rapat internal, kunjungan kepasar dan bahkan ada juga parpol yang sama sekali tak melakukan kampaye walaupun jadwalnya telah masuk pada giliran parpol tersebut,” ungkap Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Dumai Indra Effendi, Rabu (19/3/2014) dikantornya.
Indra mengatakan, partai yang tidak melakukan kampanye sama sekali adalah partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). ''Sesuai informasi yang saya dapat dari anggota Panwaslu dilapangan dan pihak Kepolisian Dumai, untuk partai Hanura kampaye nihil, baik jumlah orang, alat peraga, titik kumpul dan lainya,'' terang Indra.
Indra menambahkan, meskipun belum ada kampanye akbar, Panwaslu tetap siaga dan standby ditempat dan selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. ''Walaupun tak ada kampanye akbar bukan berarti kita duduk diam, kita tetap awasi. Dan kalau ada parpol yang melakukan kampanye akbar juga harus sesuai aturan yang berlaku misalnya izin dari kepolisian, tidak melibatkan anak-anak dan lain sebagainya yang sudah diatur,'' bebernya.
Selain itu, Indra juga menghimbau kepada peserta kampanye agar tidak memakai fasilitas atau aset negara, misalnya mobil plat merah dan lain sebagainya. ''Kita harap teman-teman calon legislatif mengikuti aturan sesuai dengan ketetapan atau sesuai undang-undang yang berlaku. Jika, ada ditemukan pelanggaran kita akan lakukan proses dan tindakan yang tegas. Ini pesta demokrasi tahun politik dan teman-teman yang di parpol agar dapat mengikutinya dengan baik,'' pesan Indra. (za)