PEKANBARU, GORIAU.COM - Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal kehilangan hak pilihnya dalam pemungutan suara putaran dua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau karena Rumah Tahanan Kelas IIB karena tidak ada tempat pemungutan suara (TPS) khusus. Dengan demikian, Rusli Zainal tak menentukan siapa Gubernur Riau yang akan menggantikannya.

"Pak Rusli Zainal dan semua tahanan di rutan tidak ada yang memilih karena memang tidak ada TPS khusus," kata Kepala Rutan Kelas IIB Pekanbaru Sugeng Hardono di Pekanbaru, Rabu (27/11/2013).

Rusli Zainal menjalani penahanan di Rutan Pekanbaru sebagai terdakwa kasus dugaan korupsi kehutanan dan suap PON XVIII/2012.

Ia mengatakan ada 588 tahanan, termasuk Rusli Zainal yang menjadi penghuni rutan tersebut yang kehilangan hak pilih. Bahkan, ia mengatakan tahanan lainnya juga sudah kehilangan hak pilih pada pemungutan suara putaran pertama pada 4 September.

Sugeng mengatakan, pihaknya juga tidak berwenang untuk mengeluarkan para tahanan untuk menyoblos di TPS terdekat. Sedangkan, para petugas rutan tetap bisa memilih karena ada sistem tugas pergantian waktu.

"Nanti kalau saya keluarkan Rusli Zainal, orang semua ribut, wartawan ramai beritakan, saya yang repot jadinya," kata Sugeng.

Ia mengatakan, kondisi rutan berbeda dengan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pekanbaru yang sudah ada TPS khusus bagi tahanan dan narapidana. Sebabnya, Rutan Pekanbaru baru beroperasi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutakhiran data pemilih untuk Pilgub Riau.

"Setahu saya pemutakhiran data itu pada Januari 2013, sedangkan operasional rutan pada bulan Juni. Jadi, kami belum terdata makanya tidak ada TPS khusus," katanya.

Ia mengatakan KPU Provinsi Riau sudah memastikan TPS khusus di Rutan Pekanbaru baru akan ada pada Pemilu 2014.

Jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilgub Riau 2013 mencapai 4.000.459 orang, dan jumlah TPS 11.669. Pada putaran pertama, partisipasi pemilih mencapai sekitar 60%.

Dua calon gubernur yang bersaing pada putaran dua adalah pasangan Herman Abdullah-Agus Widayat dan Annas Maamun-Arsyadjuliandi Rahman. (ant)