
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Riau putara ke II diklaim telah berakhir dengan situasi yang kondusif. Daerah-daerah yang sebelumnya dianggap rawan juga tidak ditemukan adanya kekisruhan.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru mengatakan, dari 12 kabupaten/kota di Riau, demikian Guntur, hingga sore ini belum ada laporan adanya konflik atau kekisruhan.
Sebelumnya, kata dia, Polda Riau memang sempata menetapkan beberapa daerah sebagai kawasan rawan konflik melihat dari letak geografisnya yang berada di wilayah perbatasan dan adanya desa-desa tak jelas statusnya. "Namun kita syukuri, akhirnya tidak terjadi apa-apa dan pelaksanaan Pilkada Riau sejauh ini berjalan dengan baik dan kondusif," katanya.
Kendati demikian, kata dia, personel tetap ditugaskan untuk terus memantau jalannya penghitungan suara mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan dan kabupaten/kota sebelum akhirnya diplenokan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Riau.
Pada pelaksanaan Pilkada Riau putaran kedua ini, KPU Riau telah menetapkan dua pasang calon, yakni nomor urut 1, Herman Abdullah - Agus Widayat, dan pasangan Anas Maamun - Arsyadjuliandi Rahman (nomor urut 2).
Lembaga penelitian Indobarometer dalam hitung cepat Pilkada Riau putaran kedua menyatakan pasangan nomor urut 2 unggul sementara atas lawannya Herman-Agus.
Hasil "quick count" yang dilakukan sejak pukul 13.00 hingga 15.44 WIB menyebutkan pasangan Anas Maamun - Arsyadjuliandi Rahman yang diusung Partai Golkar berhasil mengumpulkan sebanyak 59,64 persen suara. Sementara pasangan Herman Abdullah - Agus Widayat hanya berhasil mengumpulkan sebanyak 40,36 persen suara.
Itu merupakan data yang diambil lembaga Indobarometer dari sebanyak 300 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten/kota di Riau, sementara total TPS ada sebanyak 11.669 unit.(fzr/ant)