JOHOR – Bakat seni suara yang dimiliki pemuda asal Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, mulai mencuri perhatian di Malaysia. Syafril Adi Putra berhasil meraih juara pertama dalam kategori nyanyian Irama Malaysia sempena Festival Tari Melayu Serumpun 2026 yang digelar di Johor, Malaysia.

Penampilan Syafril pada 17 Mei 2026 lalu sukses memikat perhatian dewan juri lewat lagu berjudul Fatwa Pujangga. Lagu tersebut mengantarkannya meraih juara pertama dalam cabang Irama Malaysia.

Tidak berhenti sampai di situ, Syafril kembali naik panggung pada 22 Mei 2026 dan kembali menunjukkan kemampuan vokalnya melalui lagu Syurga di Telapak Kaki Ibu. Dari penampilannya itu, ia berhasil membawa pulang juara ketiga.

Syafril yang tinggal di Jalan Haji Ibrahim RT 002/RW 004 Desa Bokor itu merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ia merupakan putra dari Umar dan almarhumah Noraini.

Dunia tarik suara bukan hal baru bagi Syafril. Sebelum tampil di berbagai ajang di Malaysia, ia juga pernah mengikuti ajang Dangdut Akademi 2 KDI serta sejumlah event nasional lainnya. Pengalaman itulah yang turut membentuk mental panggung dan kemampuan vokalnya hingga mampu bersaing di berbagai kompetisi lagu Melayu maupun dangdut.

Selama ini, Syafril memang lebih fokus mendalami dua genre yang paling disukainya, yakni dangdut dan lagu Melayu. Dua jenis musik itu pula yang selalu dibawanya setiap tampil di atas panggung perlombaan.

"Kalau ikut bertanding, biasanya saya memang tampil di dua genre saja, dangdut dan lagu Melayu," ujar Syafril saat dihubungi GoRiau.com, Minggu (24/5/2026).

Menurut Syafril, pertandingan seni di Malaysia cukup aktif digelar hampir setiap bulan. Ajang tersebut menjadi ruang bagi para penyanyi untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mencari bakat-bakat baru di bidang seni suara Melayu.

Kompetisi yang diikutinya kali ini menghadirkan sejumlah juri yang cukup dikenal, di antaranya Roger Kajol, Fahmi Mentor serta perwakilan dari JKKN Malaysia atau Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara Malaysia.

Ia menilai banyaknya panggung kompetisi membuat para penyanyi memiliki kesempatan lebih besar untuk mengasah kualitas vokal dan mental tampil di depan publik.

Syafril pun berharap kegiatan serupa bisa lebih sering hadir di Selatpanjang maupun wilayah Kepulauan Meranti agar bakat-bakat muda daerah memiliki tempat untuk berkembang dan dikenal lebih luas.

"Kalau di Selatpanjang ada pertandingan seperti ini tentu bagus. Nanti bisa terlihat kualitas dan bakat anak-anak daerah," pungkasnya. ***