PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Pusat belum akan mengerahkan bantuan personil untuk menangani bencana kabekaran lahan dan kabut asap di Riau. Sebanyak 1.000 personil yang disiapkan hanya 'dijatah' untuk menanggulangi kebakaran lahan di Sumatera Selatan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, Kamis (10/9/2015), mengatakan, 23 ribu personil yang tergabung dari berbagai lintas dinilai cukup untuk melakukan penanggulangan kebakaran lahan dan kabut asap di Riau.

"Saya percaya Riau bisa menangani, karena itu belum diperlukan bantuan untuk membantu penanganan di Riau," kata Willem saat berada di Posko Karhutla Riau, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau.

Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Riau pada Rabu (9/9/2015) kemarin cukup membantu pemadaman kebakaran lahan dan kabut asap.

"cukup Satgas di Riau yang turun. Kalau pengerahan tetap dilakukan tapi tidak ada titik api jadi mubazir dan tak efektif," tandas Willem.

Dikatakannya, upaya pemadaman harus tetap dilakukan melibatkan semua pemangku kepentingan dan masyarakat. Setelah kebakaran bisa ditanggulangi, pemerintah perlu segera melaksanakan program pencegahan agar kebakaran dan bencana asap tidak terulang lagi.

Willem sebelumnya telah mengultimatum kepada pemerintah daerah di 3 provinsi di Sumatera, yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan untuk segera menuntaskan pemadaman kebakaran dan bencana asap dalam dua pekan kedepan agar tidak menimbulkan lebih banyak kerugian.

Willem mengatakan kedatangannya ke Riau adalah untuk mempertegas instruksi Presiden Joko Widodo saat pelantikannya pada 7 September lalu, bahwa kebakaran dan bencana asap harus segera ditanggulangi. Setelah melakukan kunjungan di Riau, Willem langsung bertolak ke Sumatera Selatan untuk meninjau penanggulangan kebakaran di daerah itu.

Dengan target 2 pekan tersebut, maka semua masalah kebakaran dan asap harus kelar pada tanggal 23 September. Ia mengatakan ketiga provinsi tersebut menjadi prioritas penanganan dengan segera karena intensitas kebakaran dinilai paling tinggi, meski kebakaran juga terjadi di Kalimantan.***