
PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau dari fraksi Demokrat, Asri Auzar mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk segera membentuk Panitia Seleksi (Pansel) calon direktur utama (Dirut) Bank Riau Kepri (BRK).
Pasalnya, hingga saat ini, jabatan direktur utama BRK masih kosong sejak ditinggal oleh Irvandi Gustari, pada 23 April 2019 lalu.
"Bagaimanapun, posisi dirut itu sangat dibutuhkan. Makanya kita minta kepada Pemprov untuk secepatnya membentuk tim pansel," ungkap Asri kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (27/6/2019).
Untuk figur yang akan menempati posisi Dirut BRK, legislator asal Rokan Hilir (Rohil) ini beranggapan, jabatan tersebut harus diisi oleh seseorang yang berkompeten.
"Jabatan tersebut harus orang yang tahu kondisi BUMD ini, jangan ambil orang luar yang akan menjadi direksi BRK," tukasnya.
Sementara itu, legislator DPRD Riau lainnya, Aherson menyebutkan, bahwa mekanisme pembentukan tim pansel Dirut BRK tidak hanya bergantung pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, OJK hanya menyangkut administrasi saja.
"OJK itu hanya menyangkut administrasi, sedangkan kriteria lainnya kan belum. Makanya harus dibentuk tim pansel segera," kata Aherson.
Setelah tim pansel terbentuk dan menyeleksi nama-nama yang akan menjadi Dirut BRK, maka proses selanjutnya ialah penunjukan oleh Pemprov Riau sebagai pemegang saham terbesar.
"Kalau sudah begitu, tinggal komitmen Gubri. Kita berharap agar Pak Syamsuar memilih figur yang mengikuti aturan, sehingga BRK ke depannya berkembang pesat," tutupnya. ***