
PEKANBARU, GORIAU.COM - "Bayar atau Bongkar." Itulah salah satu isi spanduk yang dipasang perusahaan subkontraktor pengerjaan Stadion Utama Riau, Senin, (4/3/2013). Pemasangan spanduk di sejumlah titik stadion utama tersebut merupakan salah satu bentuk protes perusahaan perusahaan subkontraktor karena hingga kini uangnya belum juga dibayarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Padahal pekerjaan subkontraktor seperti pengadaan kursi, rumput dan papan skor stadion utama sudah rampung sejak September 2011. Spanduk lainnya yang dipasang bertuliskan, "Dilarang memakai barang yang belum dibayar. Orang beragama pasti tahu sopan santun."
Malah ada juga spanduk yang bertuliskan pemerintah dan pihak terkait lainnya tidak boleh menggunakan bangunan yang mereka kerjakan sebelum uang dibayarkan. Spanduk tersebut bertuliskan, "Kami tidak mengizinkan KSO, PP, Adi, Wika memakai Ffasilitas aset milik kami lagi sebelum barang-barang milik kami dibayar tunai. Bukan janji-janji palsu."
Harry Puas, Koordinator 11 perusahaan subkontraktor Stadion Utama Riau mengatakan sudah sejak awal pihaknya bersepakat untuk melarang siapa saja yang ingin menggunakan stadion hingga piutang mereka dibayarkan.
Sebelumnya, Nanang Siswanto, Project Manager Kerjasama Operasi (KSO) Stadion Utama Riau juga mengatakan pihaknya akan menggembok kalau perlu dilas pintu stadion agar tidak bisa dipakai untuk Islamic Solidarity Games (ISG) pada Juni 2013 mendatang.
Menurutnya KSO yang terdiri dari PT Pembangunan Perumahan, Adhi Karya dan Wijaya Karya sudah menyelesaikan proyek stadion utama senilai Rp900 miliar lebih itu dengan progres mencapai 98%.
"Namun hingga kini Pemerintah Provinsi Riau belum membayar sekitar Rp147 miliar," ujarnya.
Akibat tunggakan itu, pihaknya juga tidak bisa menyelesaikan kewajiban membayar pekerjaan yang dilakukan perusahaan perusahaan sub kontraktor. (mtv)