
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Bersempena memperingati Hari Pemadam Kebakaran Indonesia, Pemkab Siak menggelar upacara yang bertempat di halaman Kantor Bupati Siak, Senin (4/2/2013). Upacara dihadiri Bupati Siak H. Syamsuar, Ketua DPRD Siak Julfi Mursal, unsur Muspida,Wakil Bupati Siak Drs Alfedri, Sekda Siak Drs Amzar, staff ahli, badan dan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak,s eluruh Petugas Pemadam Kebakaran, Sarlakar dan Balakar.
Bupati Siak yang menyampaikan pidato Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, pelayanan pemadam kebakaran yang disebut Brandweer dikenal sejak tahun 1909 yang telah memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dalam bidang penanggulangan kebakaran dan melakukan penyelamatan terhadap korban kebakaran dan bencana lainnya di bumi nusantara.
Bupati berharap seluruh stakeholder meningkatkan kapasitas institusi pemadam kebakaran dengan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam mengurangi resiko kebakaran. "Data bencana nasional tahun 2012 menunjukan intensitas kejadian kebakaran menempati urutan kedua tertinggi setelah banjir," kata Syamsuar.
''Untuk menjamin akses mutu pelayanan umum di bidang pemadam kebakaran kepada masyarakat, dinas diharapkan mampu memenuhi target pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) bidang pemadam kebakaran sebagaimana telah di tetapka dalam Permendagri nomor 69 tahun 2012,'' sebut Bupati.
''Sejarah tanggal 1 maret sebagai hari pemadam kebakaran di Indonesia diawali pemberian plakat tanda penghargaan tertulis hari ulang tahun ke-10 dari masyarakat Betawi terhadap Brandweer Batavia pada tanggal 1 maret 1919, atas jasa perjuangan dan pengorbanan petugas pemadam kebakaran dalam penyelamatan korban jiwa dan kerugian harta benda pada kejadian kebakaran besar di perkampungan Melayu, di Pasar Mester Jatinegara dan Kampung Melayu,'' ujar Syamsuar.
Dan atas dasar itulah setiap 1 Maret masyarakat Betawi memperingati sebagai hari Pemadam Kebakaran dan selanjutnya menjadi hari Pemadam Kebakaran Nasional.
Itu merupakan bentuk apresiasi terhadap petugas pemadam kebakaran yang setia siap siaga sepanjang hari yang tak mengenal hari libur dan sigap merespon waktu tanggap darurat kebakaran dengan semboyan "pantang pulang sebelum api padam walaupun nyawa taruhannya''.
Dikatakan Bupati, berdasarkan monitoring dan evaluasi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pencegahan dan penanggulanagn kebakaran sebagian institusi pemadam kebakaran kabupaten kondisinya masih memprihatinkan antara jumlah dan kompetensi aparatur Damkar, Sarpras yang tidak memadai atau jauh di bawah standar sehingga tidak optimal untuk melakukan pengurangan resiko kebakaran. (sks)