BAGANSIAPIAPI - Sejak Senin (14/3/2016) lalu, Kepala Kementrian Agama Rokan Hilir, Agustiar,S.Ag memantau pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berbasis Nasional (UAMBN). Ujian yang serentak dilaksanakan seluruh Indonesia itu, merupakan salah satu penentu bagi siswa untuk lulus di sekolah madrasah aliyah.

Menurut keterangan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Bagansiapiapi, Muhammad Fuad, MPd, pelaksanaan UAMBN dimulai pada Senin (14/3/2016) dan berakhir pada hari Rabu (16/3/2016). Ada 5 bidang study yang diujikan untuk siswa madrasah kelas XII, yakni Al Quran, Hadis, Fikih, SKAI dan Bahasa Arab. UAMBN tahun 2016 ini berpedomman dengan  Keputusan Dirjen No 7322 tertanggal 28 Desember 2015 yang bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang pada satuan pendidikan.

Kendati bukan merupakan syarat mutlak dalam kelulusan, namun UAMBN juga salah satu bahan pertimbangan sekolah dalam menentukan kelulusan siswa. Fuad mengatakan, siswa yang lulus UAMBN akan melanjutkan etape berikutnya yakni Ujian Nasional yang akan diselenggarakan pada April.

"Siswa secara intensif akan digembleng di dalam mata pelajaran Ujian Nasional agar semakin lancar dan mengerti mengerjakan kisi-kisi soal yang akan diujiankan nanti," kata Fuad kepada GoRiau.com, Rabu (16/3/2016).

Menurutnya, ada beberapa kriteria pertimbangan dalam meluluskan siswa diantaranya, siswa sudah menyelesaikan pendidikan selama 3 tahun atau 6 semester, seluruh siswa harus mengikuti ujian UAMBN dan ujian madrasah, siswa harus mengikuti ujian nasional dan terakhir hasil rapat dewan majlis guru.

Selama pelaksanaan ujian UAMBN, kata Fuad, berjalan dengan lancar sesuai prosedur dan jadwal. Baik pengawas maupun siswa mengikuti peraturan dan tata tertib sehingga suasana ujian berjalan tenang, kondusif dan jujur.

"Kita harap hasil UAMBN memperolah hasil maksimal dan di atas standar nilai rata-rata yang telah ditentukan oleh lembaga madrasah yang ada," katanya.(amr)