DURI, GORIAU.COM - Hingga bulan Oktober 2015, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sekitar 65 persen. Akibat minimnya serapan APBD tahun 2015, diprediksi silpa tahun ini mencapai Rp1 triliun. Silpa yang terjadi pada tahun ini merupakan beberapa faktor dan dari beberapa Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Pemkab Bengkalis, Provinsi Riau.

"Faktor-faktor yang membuat silpa tahun ini besar, karena tidak profesionalnya kinerja ULP Kabupaten Bengkalis. Dimana ULP terkesan memperlambat dan mempersulit lelang. Sehingga dampaknya mengakibatkan keterlambatan pekerjaan dilapangan," ungkap anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Abi Bahrun kepada GoRiau.com, Selasa (20/10/2015).

Lanjut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis ini, waktu pekerjaan yang hanya tersisa dua bulan lebih ini menurutnya tidak akan cukup menyelesaikan pekerjaan untuk nilai proyek Rp10 miliar hingga Rp20 miliar lebih. Dalam ini, Ahmad Syah Harrofie yang dilantik pada 5 Agustus 2015 lalu sebagai Pj Bupati Bengkalis, sedang diuji kemampuannya untuk memaksimalkan serapan APBD 2015.

"Sekarang apa cukup mengerjakan proyek infrastruktur, seperti jalan dan gedung dalam waktu 2 bulan. Sehingga DPRD Kabupaten Bengkalis sudah melakukan pencegahan, dengan mengesahkan pansus ULP untuk menegakkan segala sesuatu aturan yang diduga adanya penyelewengan aturan di ULP oleh oknum didalamnya," tutup Abi Bahrun. (ric)