PEKANBARU, GORIAU.COM - Kesadaran masyarakat Riau dalam berkendara masih minim. Nyawa terus melayang akibat kecelakaan di berbagai kawasan kabupaten/kota.
Kepolisian Daerah Provinsi Riau, Rabu (16/10/2013) mencatat, seumur janin (9 bulan) sudah sebanyak 517 warga di berbagai wilayah kabupaten dan kota itu tewas akibat kecelakaan berkendara di jalan.
"Itu merupakan data dari Januari hingga September 2013," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru.
Ia menjelaskan, angka kematian itu dari sebanyak 1.269 kejadian laka lantas di Riau. Selain meninggal dunia, kata Guntur, yang mengalami luka berat ada sebanyak 823 orang dan yang mengalami luka ringan ada sebanyak 1.001 orang.
"Dari ribuan angka laka lantas itu, kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp7,9 miliar," kata Guntur.
Menurut Guntur, angka kecelakaan itu jika dikankulasikan perbulannya ada lebih 60 orang atau jiwa warga pengendara di Riau tewas akibat laka lantas.
Kondisi demikian menurut Guntur sudah sangat mengkhawatirkan sehingga dibutuhkan antisipasi atau kegiatan untuk meminimalisasinya. "Berbagai upaya yang dilakukan adalah memberikan pembekalan atau pengetahuan ke masyarakat berbagai kalangan agar lebih menghargai nyawa," katanya.
Menurut Guntur, sebenarnya musibah keelakaan lalu lintas itu bisa dicegah, kalau ada kompetensi dalam berkendara.
Salah satunya, demikian Guntur, mengemudi dengan fisik yang prima dan pengetahuan yang maksimal dalam pemahaman rambu-rambu lalu lintas. "Mengetahui peraturan, rambu dan etika mengemudi, serta mengetahui jenis kendaraannya adalah hal terpenting dalam menjaga keselamatan," katanya.(fzr)