
BENGKALIS, GORIAU.COM - Setelah hampir 1 jam berorasi di depan Kantor DPRD Bengkalis, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Pertambangan dan Energi Serikat Buruh (FPE-SBSI) Kabupaten Bengkalis bergerak mendatangi Kantor Bupati Bengkalis, siang ini.
Kedatangan ratusan buruh ini langsung mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian, termasuk Kapolres Bengkalis, Andry Wibowo yang ikut turun langsung memantau aksi demo.
Tidak perlu berlama-lama menunggu, 10 orang perwakilan massa diundang untuk berdialog dengan Pemkab Bengkalis di lantai II Kantor Bupati. Tampak menyambut perwakilan buruh Asisten II Amir Faisal, Kadisnaker Ridwan Yazid dan Kapolres Bengkalis Andry Wibowo.
Sampai berita ini diturunkan, dialog masih berlangsung. Pada kesempatan itu Koordinator DPC FPE SBSI Kabupaten, Syaiful Bahri diberi kesempatan untuk menyampaikan apa yang maksud dan tuntutan para buruh.
Sesuai selebaran yang diterima wartawan, setidaknya ada 25 item yang menjadi tutntutan pekerja atau buruh di lingkungan PT Pertamina, salah satunya penghapusan sistem outsourcing.
Kemudian sebelum ada jaminan kepada pekerja status kontrak outsourching, maka perushaan tidak diperkenankan mendatangkan pekerja baru mengacu Perda No 4/2004.
Aksi demo para buruh ini merupakan aksi lanjutan dari demo dan mogok kerja yang digelar di Kantor Pertamina RUU II Pakning sejak beberapa bulan lalu, menyusul belum adanya realisasi dari pihak perusahaan BUMN itu.jfk