
BENGKALIS, GORIAU.COM - Jika makan obat tiga sehari orang bisa sembuh, tapi tidak untuk layanan listrik. Karena listrik di Bengkalis bisa mati tiga kali sehari, warga pun mengumpat. Pasalnya, peralatan listrik milik warga banyak yang rusak.
''Alat elektronik saya banyak rusak. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau bertanggungjawab. Seharusnya PLN profesional, jangan hanya ketika pelanggan terlambat membayar, aliran listrik diputus. Ketika pelanggan dirugikan seperti ini, mereka juga seharusnya memberikan kompensasi, itu baru berimbang namanya,'' ujar tokoh masyarakat Bengkalis, H Effendi Buntat kepada wartawan, Rabu (22/5/2013).
Akibat pemadaman lampu tidak karuan oleh PLN, pria yang akrab disapa Buntat mengalami kerugian dimana televisi ukuran 52 inchi miliknya rusak. Parahnya, ketika dibawa ke tempat service untuk diperbaiki peralatannya tidak ada pula.
'Menurut orang yang service harus dibawa di Pekanbaru. Kalau sudah seperti ini mana tanggung jawab PLN. Mereka seharusnya berimbang, jangan hanya ketika pelanggan menungguk langsung dilakukan pemutusan. Tapi ketika mereka merugikan pelanggan, dimana tanggungjawabnya,” tanya Buntat.
Pendapat senada diungkap Linda, warga Kelapasari. Menurutnya, akhir-akhir ini durasi pemadaman listrik PLN semakin parah. Dalam sehari bisa dua sampai tiga kali mati sehingga bisa menggangu aktivitasnya.
''Durasi matinya sudah tidak bisa kita prediksi lagi. Jika sebelumnya dalam seminggu ada sekali pemadaman, sekarang dalam sehari bisa dua atau tiga kali meski tidak terlalu lama,” ujar Linda.
Yang membuat Linda cukup kesal ketika beras sudah dicuci, tiba-tiba mati lampu mati. Jika durasi matinya lama, beras yang sudah dicuci menjadi lembek. Mau tak mau terpaksa dimasak juga menggunakan kompor.
''Belum lagi saat kita mencuci, tiba-tiba mati lampu. Biasanya satu jam selesai, bisa lebih sehingga bisa mengganggu aktivitas lainnya,” kesal Linda. (jfk)