
PEKANBARU – Menjamurnya kembali pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan utama dan pasar tumpah menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Pekanbaru. Menyikapi kondisi yang kerap mengganggu ketertiban umum ini, instansi terkait mulai melakukan penertiban dan evaluasi pengawasan di lapangan secara bertahap.
Penertiban ini diklaim sudah berjalan sejak beberapa hari terakhir untuk merespons langsung keluhan warga, Kamis (2/4/2026). Pembenahan kawasan pedagang tersebut juga diintegrasikan dengan pemanfaatan layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 Pekanbaru Aman untuk mempercepat respons aduan di lapangan.
"Suasana baru, harapan baru, dan semangat baru. Tentu harapan pimpinan, dalam hal ini Wali Kota, bagaimana penataan PKL di Kota Pekanbaru bisa lebih baik," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto.
Dalam menjaga ketenteraman masyarakat, personel penegak peraturan daerah (Perda) disiagakan penuh merespons setiap aduan ketertiban yang masuk. Laporan warga yang berkaitan dengan gangguan ketertiban umum akan segera ditindaklanjuti.
"Kami bagian dari TRC 112. Kalau ada laporan yang berkaitan dengan tugas Satpol PP, tentu kami yang akan turun langsung ke lapangan," urainya.
Penertiban dalam waktu dekat menyasar kawasan Jalan Teratai Ujung dan pasar tumpah di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang berdekatan dengan Rumah Sakit Santa Maria. Pembenahan infrastruktur dan tata kota di lokasi ini melibatkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUPR, hingga pihak kecamatan serta kelurahan setempat.
"Kita akan segera membersihkan lokasi tersebut agar pelaksanaan pembangunan atau perbaikan jalan bisa berjalan lancar," tambahnya.
Terkait aktivitas pasar tumpah di Jalan Ahmad Yani, evaluasi difokuskan pada kedisiplinan batas waktu operasional pedagang. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, lokasi tersebut wajib steril dari aktivitas perniagaan maksimal pukul 07.30 WIB. Selain itu, kawasan Jalan HR Soebrantas yang kerap kembali dipenuhi PKL pada malam hari turut masuk dalam radar pengawasan ketat.
"Itu sudah pernah ditertibkan, tapi mungkin karena kurang pengawasan, muncul kembali. Ini jadi perhatian kita ke depan. Ini memang PR ke depan, mohon dukungan semua pihak agar penataan kota bisa berjalan lebih baik," pungkasnya. ***