MAKKAH – Akses ibadah umrah bagi jemaah internasional resmi ditutup menjelang musim haji 1447 Hijriah. Mulai Sabtu (18/4/2026) hingga Kamis (30/4/2026), area suci ini hanya dibuka khusus untuk warga negara Saudi dan menahan langkah jemaah asing untuk masuk ke wilayah tersebut.

Penutupan akses ini dilakukan sebagai persiapan intensif menyambut pelaksanaan ibadah haji yang segera bergulir. Semua tahapan diatur agar berjalan tertib, aman dan terkendali. Berdasarkan ketentuan, warga Saudi mendapat ruang melaksanakan umrah mulai 1 hingga 13 Dzulqa’dah 1447 H.

"Periode ini disebut sebagai kesempatan khusus bagi warga lokal yang belum sempat menjalankan umrah saat Ramadan yang biasanya dipadati jemaah dari berbagai negara," tulis laporan media theislamicinformation.

Kondisi Masjidil Haram di Makkah diproyeksikan jauh lebih lengang dibandingkan bulan sebelumnya karena ketiadaan penerbitan visa umrah internasional dan berhentinya arus jemaah Ramadan. Jemaah mancanegara diberi batas waktu hingga Sabtu (18/4/2026) untuk segera meninggalkan kawasan Arab Saudi.

Pengawasan jalur masuk ke Makkah setelah tenggat waktu tersebut diperketat dan murni diperuntukkan bagi jemaah yang mengantongi izin resmi. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus logistik dan pengamanan di kawasan suci tidak terganggu oleh penumpukan massa.

Batas akhir periode umrah Kamis (30/4/2026) sekaligus menjadi penanda dimulainya fase persiapan penuh penyelenggaraan haji. Seluruh sumber daya difokuskan untuk menyambut kedatangan jemaah dari berbagai belahan dunia, mencakup pengelolaan arus pergerakan manusia dan kesiapan fasilitas lokasi ibadah. Waktu 13 hari ini juga memberikan momen beribadah yang lebih tenang bagi masyarakat lokal. ***