
RENGAT, GORIAU.COM - Seiring musim kemarau tiba, sejumlah hotspot bermunculan di Provinsi Riau, seperti halnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pantauan satelit NOAA tercatat jumlah hospot meningkat tajam, dari 8 titik meningkat menjadi 15 titik.
Dimana titik api yang terpantau satelit hotspot itu tersebar di sejumlah wilayah di Inhu. Namun sejauh ini kabut asap terutama pada pagi dan sore hari yang menyelimuti wilayah Kabupaten Inhu, belum mengganggu jarak pandang.
Hal itu ungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Inhu Ir Suseno Aji ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan Kamis (20/6/2013) diruang kerjanya. ''Sebanyak 15 titik hotspot terpantau satelit NOAA pada tanggal 19 Juni,'' ujarnya.
Titik hotspot itu diantaranya, dua titik di Desa Pekan Heran, dua titik di Desa Danau Baru, empat titik di Desa Redang sama-sama di Kecamatan Rengat Barat. Kemudian dua titik di Desa Tasik Juang Kecamatan Lubuk Batu Jaya, dua titik di Desa Rantau Mapesai Kecamatan Rengat.
Titik hotspot lainnya yakni tiga titik di Desa Serangge Kecamatan Batang Peranap dan tiga titik di Desa Anak Talang Kecamatan Rakit Kulim. ''Dari 15 titik hotspot itu pada umumnya merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) milik masyarakat,'' ungkapnya.
Sebagai langkah utama untuk mengatasi karhutla tersebut, Dishut sudah menurunkan ke sejumlah titik. Hanya saja, saat ini pemadaman titik api terkendala jarak tempuh dan sulitnya akses jalan.
Untuk itu himbaunya, kepada masyarakat yang membuka lahan hendaknya tidak dengan cara membakar. Sehingga, tidak menimbulkan asap yang pada akhirnya berdampak kepada orang lain.
Selain itu juga, pada musim kemarau ini sangat rentan terjadinya kebarakan. “Selain masyarakat yang membuka lahan, hendaknya masyarakat lainnya juga wapasda terutama bagi yang perokok tidak membuang putung secara sembarangan,” harapnya. (jef)