
PANGAKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Kabut asap yang ditimbulkan akibat peristiwa kebakaran hutan atau lahan sejauh ini belum menganggu berbagai aktivitas masyarakat di Kabupaten Pelalawan. Walau demikian, pemerintah setempat tetap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem kali ini mengingat angka penderita infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) mencapai ribuan.
"Kalau kaitannya kabut asap dengan peningkatan penyakit Ispa, memang belum terlalu meningkat. Tapi diminta warga untuk tetap memperhatikan cuaca dan tidak terlalu banyak aktivas di luar khusus bagi anak sekolah, lebih baik beraktivitas dalam ruang kelas saja," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan Drs H. Darwis Alkadam, M.Si di pangkalan Kerinci, Kamis (20/6/2013).
Terlepas dari karhutla yang menyebabkan kabut asap, meski belum terlalu parah, namun Darwis mengingatkan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini hendaknya diwaspadai bisa mengganggu kesehatan. Terutama bagi anak-anak hendaknya dikurangi aktivitas di luar mengingat belakangan ini cuaca panas ekstrem.
"Tentunya ditambah kabut asap akan berpengaruh terhadap kesehatan, meski sampai kini belum ada laporan peningkatan penyakit yang dikeluhkan masyarakat. Sekarang kan, bukan saja di luar rumah yang panas, tapi suhu tinggi juga dirasakan dalam rumah," ujarnya.
Di tempat terpisah Kepala Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci drg Erlinda juga mengatakan sejak munculnya kabut asap akibat karhutla beberapa hari terakhir belum ada lonjakan kasus ISPA yang mengkhawatirkan. "Sampai saat ini belum ada hal yang mengkawatirkan termasuk kasus ISPA," katanya.
Ditambahkannya, sampai saat ini khusus Juni ada 406 kasus Ispa. Tentunya jumlah tersebut bisa bertambah lagi. Tapi lonjakannya masih signifikan. Sedangkan penderita Ispa sejak Januari-Mei terhitung 3.413 kasus dengan rincian kasus Januari 696, Februari 761, Maret 702, April 652, Mei 602 kasus.(ilm)