TELUKKUANTAN - Sejak tidak menerima peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), satu per satu pasien keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Telukkuantan. Kebanyakan dari mereka memilih untuk dirujuk ke rumah sakit luar.

"Untuk apa kita berobat di sini, katanya gratis tapi kok tetap bayar," ujar salah seorang keluarga pasien yang tak ingin disebutkan namanya kepada GoRiau.com beberapa hari lalu. Ketika itu, ia sedang mengurus administrasi keluar dari RSUD Telukkuantan.

"Kalau seperti ini, jangankan kita, hantu pun minggat," lanjutnya. Ia mengeluhkan mahalnya biaya pengobatan dan tidak berlakunya kartu BPJS.

Sementara itu, dari penelusuran GoRiau.com, memang tidak ada lagi pasien yang dirawat di ruang rawat inap. Sedangkan di ruang anak, hanya terdapat dua pasien.

"Biasanya sangat ramai, apalagi kalau ada keluarga pasien," ujar salah seorang perawat yang bertugas dan tak ingin disebutkan namanya.

Secara terpisah, Direktur RSUD Telukkuantan dr. David Oloan MARS juga mengakui semakin hilangnya masyarakat yang datang ke RSUD untuk berobat.

"Ya, mau bagaimana lagi. Pastinya masyarakat akan berpikir untuk datang karena mahalnya biaya pengobatan," ujar David, Senin (28/3/2016) lalu.

Saat ini, pihaknya bersama pemerintah daerah terus berupaya mencari jalan keluar. Sehingga, persoalan ini segera selesai dan RSUD kembali berjalan normal.***