LAMPUNG - Provinsi Lampung resmi didaulat sebagai titik mula perjalanan safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Kehadirannya di Bandara Raden Inten II, Natar, Lampung Selatan, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB langsung memantik antusiasme ratusan relawan dan simpatisan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Meski tensi jelang Pemilu 2029 mulai terasa di ranah publik, agenda yang memakan waktu tiga hari dan menyasar lima kabupaten/kota ini lebih difokuskan pada perpaduan aktivitas sosial, keagamaan, politik, serta pelestarian budaya.

Ketua DPD PSI Lampung Selatan, Ivan Destianto menegaskan bahwa terpilihnya daerah ini didasari oleh kuatnya basis massa dan tingginya sambutan warga.

"Kedatangan Bapak Jokowi merupakan bagian dari safari politik sekaligus silaturahmi dengan relawan dan masyarakat di Lampung. Kami menyambut beliau dengan penuh antusias," terang Ivan, Jumat (16/6/2026).

Tur ini dipastikan akan membuka ruang interaksi seluas-luasnya bagi semua golongan.

"Selama tiga hari, Pak Jokowi akan bertemu kader, relawan, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat. Ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga komunikasi dengan masyarakat," sebutnya.

Rangkaian lawatan ini tersusun atas sejumlah kegiatan penting:

  • Hari Pertama: Kunjungan ke Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang dalam rangka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI. Setelahnya, dihelat Kirab Pawai Budaya dan Karnaval Gajah yang diramaikan ribuan peserta mengenakan pakaian adat Lampung.
  • Sabtu (27/6/2026): Mengunjungi Kedaton Keagungan Lampung untuk menerima gelar kehormatan dari lima kerajaan adat Lampung. Setelah itu, rombongan bertolak ke Rakorda PSI Kota Bandar Lampung, menyapa warga Desa Bagelen, singgah di Museum Transmigrasi di Kabupaten Pesawaran, dan meninjau UMKM beserta Padepokan Gajah Lampung.
  • Minggu (28/6/2026): Mengikuti Kirab Budaya di wilayah Lampung Timur, lalu menjalin silaturahmi dengan santri serta ulama berbagai pondok pesantren sebelum pulang ke Jakarta.

Ia menilai posisi strategis daerahnya membuat kunjungan ini sangat istimewa.

"Lampung menjadi provinsi pertama yang dikunjungi dalam safari politik ini. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus menunjukkan bahwa Lampung memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi kebangsaan," urainya.

Isu bahwa safari ini kental dengan muatan politik elektoral ditepis secara tegas oleh pengurus daerah.

"Kami ingin masyarakat melihat bahwa kegiatan ini lebih kepada mempererat silaturahmi, mendengar aspirasi masyarakat, dan menjaga semangat kebersamaan. Tidak ada agenda khusus membahas persiapan Pemilu 2029," pungkasnya.***