
PEKANBARU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangiley, siap menggelontorkan dana sebesar Rp150 miliar, dalam mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia. Dana tersebut juga akan mengalir ke Riau, dimana secara resmi sudah berstatus siaga darurat.
Ini ditegaskan Willem, saat menghadiri kegiatan pembubaran satgas karhutla dan penetapan siaga darurat banjir dan longsor, di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (7/12/2015) siang tadi. Untuk komandan Satgas, ditunjukklah Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Nurendi. "Rp150 miliar kita siapkan untuk seluruh daerah di Indonesia," ujarnya.
Anggaran sebesar itu ditujukan bagi daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor, termasuk pula Provinsi Riau, yang hari ini secara resmi menetapkan status siaga darurat. "Bencana yang paling sering terjadi itu Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, makanya ini jadi atensi kita," kata dia.
Dana ini, dimanfaatkan untuk membangun posko siaga serta melengkapi berbagai fasilitas dan perlengkapan di titik rawan bencana. "Dana tersebut diambil dari dana siap pakai guna mendukung kesiapan posko siaga bencana. Nah berapa besaran yang didapat Riau saya belum dapat rinciannya, yang jelas Rp150 miliar itu sudah kita anggarkan," lanjutnya.
Adapun sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger menyebutkan, bahwa ada beberapa daerah yang kini rawan banjir dan tanah longsor, diantaranya Rohul, Kampar, Pelalawan dan Pekanbaru. Daerah ini dimungkinkan akan mengalami dampak paling besar, mengigat Desember ini, curah hujan kian meningkat. ***