
PEKANBARU - Memasuki musim penghujan, beberapa daerah di Provinsi Riau rawan banjir dan tanah longsor. Dengan status Riau siaga darurat banjir, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei memeriksa kesiapan pasukan dan peralatan yang akan digunakan untuk antisipasi dan menghadapi banjir, di Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (7/12/2015).
"Apa-apa saja yang sudah dipersiapkan, dan bagaimana kondisinya. Jangan sampai pas mendadak ada bencana, tidak bisa digunakan pula," kata Willem ketika ditemui GoRiau.com usai melakukan pengecekan, Senin pagi.
Willem pun tampak menyisir satu-persatu kondisi dan kesiapan peralatan yang diapelkan di lapangan Lanud Roesmin Nurjadin, diantaranya perahu karet, mobil kesehatan, mobil evakuasi, mobil rantis rescue, dan dapur umum. Sementara pasukan satuan tugas (satgas) yang disiagakan untuk siaga darurat banjir ini bekisar seribu personil dari BPBD Riau, TNI AD, TNI AU, Brimob, tim SAR dan Tagana.
"Dengan kelengkapan ini diharapkan satgas di Riau bisa menangani bencana yang ada di daerahnya," harap Willem.
Untuk diketahui, status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Riau berakhir pada 30 November 2015, kemudian menyusul ditetapkannya Riau siaga darurat banjir. ***