PEKANBARU – Manajemen Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru membuka ruang komunikasi saat menerima kedatangan para demonstran di Jalan Teratai, Kecamatan Sukajadi. Otoritas setempat menyatakan menghormati setiap masukan yang dibawa oleh gerakan pemuda terkait tata kelola keuangan, Senin (15/6/2026).

Aksi unjuk rasa yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. Meski membawa sejumlah tuntutan yang cukup krusial mengenai transparansi anggaran, penyampaian pendapat di muka umum ini tidak sampai mengganggu aktivitas pelayanan publik.

Kehadiran massa langsung disambut oleh jajaran struktural instansi. Pemerintah memandang kritik dari elemen pemuda sebagai sebuah energi positif untuk terus membenahi sistem birokrasi di sektor pendapatan daerah.

"Kami menerima seluruh masukan yang disampaikan dan akan meneruskannya kepada pimpinan untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku," ucap Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru, Muhammad Yunan.

Di hadapan para peserta aksi, ia menegaskan bahwa peran aktif dari kalangan mahasiswa sangat dibutuhkan dalam jalannya roda pemerintahan. Mahasiswa dinilai memegang fungsi kontrol sosial yang krusial agar instansi publik tetap berjalan di jalur yang bersih dan transparan.

Pihaknya juga menyatakan sangat mendukung semangat keterbukaan informasi yang disuarakan oleh para pendemo. Seluruh poin tuntutan, mulai dari data kepatuhan wajib pajak hingga sistem pengawasan digital, akan dipelajari lebih lanjut di tingkat pimpinan guna menentukan langkah kebijakan berikutnya secara objektif. ***