SELATPANJANG - Aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk Rohingya oleh relawan Gema Pelita Nusantara (Gempita) telah dihentikan. Aksi yang dimulai tanggal 20 November hingga 3 desember 2016 itu berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp12.075.000,-.

Menurut koordinator aksi, Zulfahmi alias Pak Usu dari aksi penggalangan dana, terkumpul Rp10.637.000,-. Kemudian ditambah dari sumbangan dari Becak Ojek Terminal Selatpanjang (BOTS) sebesar Rp938.000,- dan Edi Ahok sebesar Rp500.000,-.

Baca Juga: Riau Hari Kaji Wacana Penempatan Pengungsi Rohingya di Pulau Jemur

"Totalnya Rp12.075.000,-. Ini akan kami kirim ke rekening Organisasi Aksi cepat Tanggap (ACT) tanggal 05 Desember 2016. Bukti dari Bank akan kami posting di media sosial," kata Pak Usu menjawab GoRiau, Sabtu (3/12/2016).

Baca Juga: Riau Hari Kaji Wacana Penempatan Pengungsi Rohingya di Pulau Jemur

Pak Usu mengaku telah melapor ke Polres Kepulauan Meranti melalui Satlantas pada tanggal 3 Desember 2016 bahwa kegiatan sudah usai. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan beberapa pihak yang terlibat langsung aksi penggalangan dana untuk Rohingya. Seperti Relawan Gema Pelita Nusantara (Gempita), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Riau, dan Srikandi Pemuda Pancasila.

Baca Juga: Di Selatpanjang, Gempita Galang Dana untuk Rohingya

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gempita menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya, di Selatpanjang, bertempat di persimpangan jalan Ibukota Kepulauan Meranti. Terkadang, mereka juga mendatangi beberapa tempat usaha yang ada di Kota Selatpanjang.

Mereka tidak membedakan sama ada toko tersebut milik pribumi ataupun warga Tionghoa. "Saat relawan ramai, kita mendatangi toko-toko. Tapi kalau sudah sore, kita berdiri di simpang Taman Cikpuan," kata Pak Usu lagi. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini