BENGKALIS, GORIAU.COM - Rekanan yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, terutama proyek fisik seperti jalan diingatkan untuk menjaga kualitas atau mutu pekerjaan sesuai sepesikasi. Jangan sampai masyarakat kecewa akibat buruknya kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

''Mencari untung, ya silakan saja. Tapi jangan sampai mengorbankan kualitas pekerjaan di lapangan sehingga masyarakat dirugikan,'' tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Bengkalis yang membidangi masalah pembangunan, Muhammad Tarmizi, Kamis (24/10/2013).

Dipaparkan Tarmizi, dirinya sudah beberapa kali menerima pengaduan dari masyarakat terkait buruknya kualitas suatu proyek yang dikerjakan oleh rekanan. Untuk itu ia mengingatkan kepada rekanan untuk bekerja sesuai spek yang telah ditentukan, jangan mengambaikan kualitas hanya demi mencari keuntungan semata.

''Yang dirugikan nanti adalah masyarakat. Seharusnya mereka bisa menikmati hasil pembangunan, tapi karena kualitas pekerjaan asal-asalan, baru dua tiga bulan selesai dibangun sudah rusak,'' tegas Tarmizi.

Pada kesempatan itu politisi Partai Persatuan Pembangunan juga mengingatkan kepada konsultan pengawas untuk benar-benar turun mengawasi rekanan yang bekerja di lapangan. Jangan hanya menerima laporan saja, sehingga tidak ada tahu kualitas pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan.

''Selama ini kejadiannya sering seperti itu. Konsultan pengawas jarang bahkan tidak pernah sama sekali turun ke lapangan. Padahal merekakan dibayar oleh negara,'' sindir Tarmizi.

Selain itu, tambah Tarmizi, Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) juga jangan terlalu percaya dengan laporan dari rekanan pelaksana dan konsultan pengawas. Harus juga turun ke lapangan mengecek pekerjaan, kalau memang tidak sesuai spesikasi, jangan diproses pencairannya.

''Masyarakat terkadang harus bertahun-tahun menunggu giliran jalan di daerah mereka baru bisa diaspal atau semenisasi. Tapi banyak kejadian kita temukan, baru beberapa bulan selesai sudah rusak-rusak. Yang semacam ini kita berharap tidak terjadi lagi tahun ini, kasihankan masyarakat. Proses pembangunan juga akan berjalan lambat karena setiap tahun kita harus mengeluarkan anggaran perbaikannya,'' tutup Tarmizi. (jfk)