
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai wilayah Pulau Sumatera dengan munculnya ratusan titik panas atau hotspot, Rabu (8/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan jumlah titik panas yang tersebar di berbagai provinsi, termasuk Provinsi Riau yang kini mulai terdampak.
Berdasarkan data pemantauan satelit terbaru, total terdapat 312 titik panas yang tersebar di seluruh daratan Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang hotspot terbanyak dengan jumlah mencapai 130 titik, disusul oleh Provinsi Aceh dengan 73 titik panas yang terdeteksi.
Provinsi lainnya juga tidak luput dari pantauan. Sumatera Utara mencatatkan 31 titik panas, sementara Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing menyumbang 20 titik. Diikuti Provinsi Lampung dengan 13 titik, Sumatera Barat 12 titik, dan Bengkulu sebanyak lima titik panas.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Gita Dewi S mengungkapkan bahwa untuk wilayah Provinsi Riau sendiri, saat ini telah terdeteksi sebanyak delapan titik panas. Sebaran hotspot ini mulai bermunculan di beberapa kabupaten dan kota.
Rincian sebaran titik panas di Riau paling banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu dengan total empat titik. Sementara itu, Kota Dumai menyumbang dua titik panas, diikuti oleh Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hilir yang masing-masing mencatatkan satu titik panas.
"Di Riau terpantau delapan titik panas yang tersebar di empat daerah. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan di wilayah sekitarnya," tegasnya. ***