
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satelit pemantau cuaca dan panas bumi (NOAA) pada Selasa (18/6/2013) mendeteksi kemunculan sebanyak 148 titik panas di daratan Provinsi Riau termasuk di kawasan HTI milik PT Riau Andalan Pulp and Paper. Titik panas yang diduga kuat sebagai peristiwa kebakaran lahan tersebut diindikasi menjadi pemicu negara ini dicap sebagai 'peng-ekspor' asap untuk Malaysia dan Singapura.
Menurut data yang diterbitan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Rabu (19/6/2013), titik panas melanda kawasan hutan tanam industri milik RAPP yang berlokasi di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Titik panas tersebut juga terdeteksi di kawasan perusahaan asing itu pada kawasan Desa Rangsang dan Kuala Kolam, Kecamatan Pelalawan, Kabaupaten Pelalawan.
Selain di kawasan HTI milik RAPP, data tersebut juga menyebutkan terdapat puluhan titik panas di kawasan HTI milik PT Arara Abadi dan sejumlag perusahaan kehutanan dan perkebunan lainnya.
"Sejauh ini, kami telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan di kabupaten dan kota untuk mengatasi persoalan itu," kata Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Hutan Bidang Perlindungan Hutan pada Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Rahidi.(fzr)