PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Pelalawan berencana menganut sistem terbaharukan dalam wujud berinovasi untuk membangun daerah. Sistem tersebut dinamai Sistim Inovasi Daerah (SiDA) yang tidak lama lagi bakal menjadi 'produk' unggulan untuk membangun daerah itu.

Bertempat di Aula Gedung Bappeda Pelalawan, Rabu (19/6/2013), Bappeda dan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Pelalawan juga telah melaksanakan Training of Trainer (ToT) pada para pengelola Inkubator Bisnis dan Teknologi Kabupaten Pelalawan. Pada kegiatan ToT ini diselenggarakan atas kerjasama Balai Inkubator Teknologi BPPT dengan Pemerintah Daerah Pelalawan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 peserta dari Tim Pokja Teknoprener dan Tim Pengelola Inkubator Pelalawan dengan antusias mengkuti training dari narasumber berkompeten yang berasal dari Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Dr. Tatang A. Taufik dan Kepala Balai Inkubator Teknologi BPP Dr. Iwan Sudrajat, MSEE.

Dalam sambutan dan presentasi pembukanya, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Pusat Dr Tatang A Taufik menekankan bahwa Pilar Teknoprener yang akan dikuatkan merupakan salah satu pilar dalam Sistim Inovasi Daerah (SiDA) yang saat ini akan diadopsi dan diterapkan di Kabupaten Pelalawan. Keberhasilan penerapan program di Pelalawan ini telah dijadikan BPPT sebagai salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) BPPT.

"Karena itu, Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu daerah Prioritas Utama pelaksanaan program Sistim Inovasi Daerah," katanya.

Sementara itu, Bupati Pelalawan HM Harris yang diwakili oleh Asisten IV Zuhelmi, MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Pelalawan menyambut baik dan akan mendukung program-program kerjasama dengan BPPT. Lembaga Inkubator Bisnis dan Teknologi ini tentunya ke depan diharapkan dapat berkontribusi pada upaya-upaya menumbuhan dan peningkatan kualitas UMKM di Pelalawan. "Kita sambut baik program-program kerjasama dengan BPPT ini, untuk memajukan daerah ini," tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pelalawan Drs H. Milyono, M.Kes selaku Pembina Inkubator Bisnis dan Teknologi Pelalawan menyambut baik adanya lembaga inkubator yang akan menjadi lembaga intermediasi lintas SKPD. Dengan begitu, program-program SKPD nantinya diharapkan akan diarahkan mendukung program inkubator dalam bersama-sama membina calon-calon pengusaha baru (tenant).

"Apalagi pertumbuhan perusahan-perusahaan baru di Pelalawan akan menjadi sebuah solusi dalam penciptaan lapangan kerja baru yang tentunya akan berkorelasi pada peningkatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pendirian inkubator ini sebagai wujud dari Perjanjian Kerjasama Program Teknoprener antara Dinas Koperasi dan UMKM Pelalawan dengan Balai Inkubator Teknologi BPPT dalam upaya mendukung penguatan Sistim Inovasi Daerah di Pelalawan.

Dalam kegiatan tersebut, Pengelola Inkubator Bisnis dan Teknologi Kabupaten Pelalawan yang diketuai oleh Drs. T. Burhanuddin dibagi dalam tiga bidang yaitu bidang promosi dan pemasaran, bidang produksi dan inkubasi, serta bidang SDM dan keuangan. Anggota tim pengelola berasal dari lintas SKPD, sehingga diharapkan program inkubator dalam upaya mencetak perusahaan-perusahaaan pemula mendapatkan dukungan dari seluruh SKPD yang terkait.

"Seperti contoh misalnya tenant membutuhkan perizinan usaha maka dapat didukung oleh Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu, kalau tenant butuh penguatan teknologi pengolahan maka dapat didukung dinas perindustrian, kalau tenant butuh promosi dan pemasaran maka yang mendukung adalah Dinas Koperasi dan UMKM, dan kebutuhan lainnya disesuaikan dengan program yang ada pada SKPD terkait," pungkasnya.(fzr)