
PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali menggelar kegiatan Donor Darah ke-39 kali yang dilaksanakan oleh Keluarga Donor Darah (KDD) Riau Komplek, Sabtu, (21/6/2014) di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Dalam kegiatan donor darah kali ini, juga dilaksanakan pelantikan pengurus KDD Riau Komplek periode 2014-2017 oleh Wakil Bupati Pelalawan, Drs. H. Marwan Ibrahim yang juga selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pelalawan.
Usai melantik dan memberi arahan kepada pengurus KDD, Wabup Marwan mengatakan PMI Pelalawan membutuhkan sedikitnya 100 kantong darah per bulan, jadi dengan adanya kegiatan donor darah di RAPP ini merupakan potensi yang sangat besar bagi PMI, sehingga bisa memenuhi tingginya kebutuhan akan darah di Kabupaten Pelalawan.
''Kita berterimakasih karena dengan adanya donor darah di RAPP yang dilaksanakan secara rutin oleh KDD, adalah potensi besar bagi PMI. Jadi kalau tidak ada donor di RAPP ini, bisa menipis pula stok darah kita,'' ungkap Marwan.
Marwan juga berpesan kepada pengurus KDD ini agar terus berkarya dan aktif menggelar kegiatan donor darah ini. Menurutnya selama ini donor darah yang digelar setiap 3 bulan sekali di RAPP ini sudah banyak membantu ketersediaan darah di Kabupaten Pelalawan. ''Ini kan bisa jadi contoh bagi perusahaan lain, paling tidak setiap perusahaan ada donor darah yang rutin, yang jelas RAPP nomor 'wahid' lah,'' kata Marwan.
Turut hadir dalam kegiatan donor darah ini, Ketua PMI Propinsi Riau, Drs. Syahril Abu Bakar, M.Sc, Ketua PMI Kota Pekanbaru, H. Yuzamri Yaqub, M.Pd, perwakilan manajemen RAPP, Susanto Kawi, Stakeholder Relations (SHR) Head, H. Mabrur, AR, dan sejumlah perwakilan dari PMI dan karyawan RAPP.
Donor darah kali yang kali ini mengangkat tema share your blood, share your care atau berbagi darah, berbagi kepedulian, berhasil mengumpulkan sebanyak 242 kantong darah atau sebanyak 84.700 cc darah. Jika ditotalkan, RAPP sudah mengumpulkan darah hampir 1,9 juta cc atau setara 1.859.000 cc darah.
Di kesempatan berbeda, Direktur RAPP, Mulia Nauli, yang turut mendonorkan darahnya mengatakan perusahaan sangat peduli dengan kegiatan kemanusiaan ini, melihat tingginya tingkat kebutuhan darah di Riau. ''Perusahaan melihat donor darah ini sangat penting, sehingga perusahaan mendukung kegiatan yang digelar secara rutin per tiga bulan. Bahkan, kita juga menghimbau kepada karyawan untuk terus mendonorkan darahnya secara rutin, selain untuk kesehatan, donor darah juga untuk kemanusiaan,'' ungkap Mulia.
Guna menstimulasi animo pendonor, lanjut Mulia, perusahaan juga memberi dukungan dalam bentuk keringanan kepada karyawan untuk pergi mendonorkan darahnya walaupun masih dalam rentang di jam kerja.
Ketua PMI Riau, Drs. Syahril Abu Bakar, M.Sc mengatakan kebutuhan darah di Riau cukup tinggi, dimana  untuk Kota Pekanbaru saja membutuhkan sebanyak 4.000 kantong darah per bulan, termasuk di 11 Kabupaten dan Kota lainnya, yang juga sangat tinggi kebutuhan akan darah.
''Saya menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada RAPP yang sudah rutin menggelar donor darah, apalagi sudah memiliki organisasi sendiri yaitu KDD. RAPP ini saya lihat berada di level 1 sebagai penyumbang darah terbanyak bagi PMI,'' kata Syahril.
Syahril mengharapkan perusahaan lain yang ada di Riau bisa mengikuti jejak  atau meniru semangat yang ditunjukkan oleh RAPP melalui KDD Riau Komplek ini. Ke depan, PMI Riau akan menggelar pertemuan khusus dengan RAPP, PMI Kabupaten dan Kota tentang bagaimana meningkatkan jumlah pendonor terutama dalam menghadapi bulan puasa dalam waktu dekat.
Sementara itu, Ketua KDD RAPP yang baru saja dilantik, H. Raylus mengatakan pihaknya sangat berterimakasih atas dukungan penuh dari perusahaan, sehingga pelaksanaan donor darah yang ke-2 di tahun 2014 ini bisa terus berjalan lancar.
"Kunci sukses keberlangsungan kegiatan donor darah ini, yakni adanya dukungan penuh perusahaan, sehingga membuat pengurus KDD bisa terus bersemangat dan kegiatan pun menjadi lancar," kata Raylus.
KDD berencana akan menambah frekuensi donor dari 3 bulan menjadi 1,5 bulan, jika potensi 4.000 orang yang tinggal di kawasan pabrik ini, bisa terlibat minimal 50% atau sedikitnya 1.000 orang saja  yang rutin mendonorkan darahnya. (rls)