SELATPANJANG - Program pelayanan publik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepulauan Meranti terus dibenahi untuk mencapai pelayanan prima. Salah satu kebijakan untuk mencapai hal tersebut Disdukcapil melaksanakan pelayanan keliling ke setiap kecamatan dengan pola jemput bola pengurusan dokumen kependudukan masyarakat.

Kali ini, Disdukcapil kembali menghadirkan program baru dalam upaya memberikan pelayan kepada masyarakat agar lebih mudah dan sejalan dengan program Bupati Kepulauan Meranti, Haji Muhammad Adil yakni "Ketuk Pintu Layani dengan Hati" yang diberi nama 'Melala' atau melaksanakan layanan rekam jemput bola.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Disdukcapil Kepulauan Meranti, Ramdan, dia mengatakan dibawah arahan Kepala Bidang Dafduk, Khairul mengerahkan kepada seluruh anggotanya untuk berperan aktif dalam pelayanan pendaftaran penduduk dan memfasilitasi kepada seluruh masyarakat yang mengalami keterbatasan dari segi akses maupun difabel.

"Seperti pelaksanaan 'Melala' saat ini, ada penduduk Desa Banglas, Tebingtinggi yang mengalami kelumpuhan belum terekam dalam database kependudukan. Namanya Rojeah, dengan keterbatasannya dia sangat memerlukan upaya yang ekstra untuk mendapatkan layanan adminduk terutama perekaman KTP-el di Disdukcapil Kepulauan Meranti," ujarnya.

Kemudian kata Ramdan, ditempat yang berbeda, setelah ‘Melala’ full di minggu yang lalu, UPTD Dukcapil Tasik Putripuyu di bawah kepemimpinan Slamet Riadi menyisir desa yang ada di kecamatan tersebut.

"Plt Kepala UPTD Dukcapil Tasik Putripuyu tersebut membuat jadwal 'Melala' minggu ini yang dimulai Senin 21 Juni 2021 di Desa Tanjung Padang, hari Selasa 22 Juni 2021 di Desa Putripuyu dan hari ini Desa Mekar Delima dan Desa Dedap," ungkapnya.

Dengan 'Melala' ini, Ramdan berharap angka perekaman wajib KTP elektronik dapat meningkat. Dengan kegiatan ini juga wujud "Ketuk Pintu Layani dengan Hati" Disdukcapil hadir langsung ke rumah warga dan di tengah-tengah masyarakat melakukan pelayanan jemput bola.

Dalam pelayanan pengurusan dokumen kependudukan, Disdukcapil juga. menerapkan pelayanan mengambil hati masyarakat dengan proses penerbitan dokumen cepat, jika syarat pengurusannya lengkap, penerbitannya tidak sampai satu hari selesai. Pola jemput bola yang dilakukan itu untuk upaya menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat merasa mendapatkan perlakuan yang baik oleh pemerintah.

"Ini dilakukan agar dalam waktu dekat ini seluruh warga Kepulauan Meranti memiliki dokumen kependudukan. Mudah-mudahan program 'Melala' ini memudahkan, menyenangkan dan membahagiakan masyarakat," harapnya.***