PEKANBARU, GORIAU.COM - Buyung (41), sopir oplet jurusan Rumbai, Pekanbaru, mendapat perlakukan tak sedah dari Markus (30), seorang pria yang dikenal sebagai preman di wilayah ini. Ceritanya, ketika dia hendak mencari penumpang, tiba-tiba pelaku membawa kabur uang dan meninjunya hingga mengalami memar di bagian wajah dan berdarah di bagian bibir.

Kejadiannya menurut catatan kepolisian, berlangsung pada Kamis (5/12/2013) sekitar pukul 18.30 WIB di jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Ketika itu, korban mengemudikan angkot jurusan Rumbai melintas di depan swalayan yang berada di sekitar lokasi.

Tiba-tiba, menurut pengakuan korban di kepolisian, seorang tersangka yang diketahui identitasnya bernama Markus (30) mendatanginya dan meminta uang tanpa alasan yang jelas.

Korban mengaku menolak permintaan tersebut, namun pelaku kemudian malah marah dan mengambil seluruh uang yang ada di dalam laci dalam mobil. "Saya sempat turun dari mobil untuk meminta kembali uang tersebut. Tapi malah dia meukul saya secara berulang kali ke arah wajah yang berakibat bengkak dan memar serta bibir saya pecah," katanya.

Tidak terima berlakuan itu, korban mengaku akhirnya mendatangi Mapolresta Pekanbaru untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya. Buyung mengakui pelaku adalah orang yang dikenal sebagai preman pasar yang memang kerap memintai uang secara ilegal ke sejumlah sopir angokot.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Komandan Arief Fajar Satria mengaku telah menerima adanya laporan itu. "Korban sudah dimintai keterangannya dan pelaku masih dalma pengejaran," kata dia.

Kekerasan premanisme di Pekanbaru telah berulang kali terjadi. Aparat kepolisian bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat juga telah berulang kali menggelar razia preman untuk mengantisipasi aksi-aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.(fzr/ant)