
PEKANBARU, GORIAU.COM - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) tidak mampu menjamin kondisi kelistrikan saat jelang atau ketika pelaksanaan Pemilhan Umum Presiden akan aman dan lancar, namun perusahaan tetap memperjuangkan.
"Saat ini kebutuhan atau beban energi listrik untuk seluruh wilayah di Riau mencapai 500 Mega Watt (MW). Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan tahun lalu yang masih berada di sekitar 450 MW," kata Manager Humas PLN WRKR, Sarno kepada pers di Pekanbaru, Selasa (3/6/2014) siang.Sarno menjelaskan, beban tersebut adalah kalkulasi pada beban puncak atau malam hari, namun siang hari jumlahnya tidak akan sebesar itu. "Kalau siang hari palingan hanya terpakai sekitar 470 sampai 480 MW," kata Sarno.Ia menjelaskan, kebutuhan daya tersebut sejauh ini masih dapat dipenuhi mengingat dominan disuplai lewat jeringan interkoneksi.Mudah-mudahan, demikian Sarno, hingga jelang dan saat pelaksaan Pilpres mendatang suplai daya listrik masih akan mencukupi dan normal."Jelang Pilpres mendatang, kami juga telah melakukan kontrak kesepahaman dengan seluruh PLN yang ada di Riau. Di Riau itu ada empat cabang PLN dan semuanya akan dimintai kesepakatan agar menjaga ketersediaan energi sampai Pilpres," katanya.Namun untuk menjamin distribusi listrik akan lancar, kata dia, PLN tidak mampu, karena sejumlah pembangkit dan jaringan masih rentan terkena dampak dari alam, seperti badai yang sebelumnya merusak penyulang di Pekanbaru.Maka kemudian, kata dia, seluruh jajaran diminta agar lebih mewaspadai gangguan alam tersebut dan jika terjadi, untuk cepat diatasi.Untuk menguatkan lagi komitmen tersebut, lanjut kata Sarno, seluruh PLN Cabang di Riau juga menunda sambungan baru untuk kalangan industri.Sebelumnya PLN Cabang Kota Pekanbaru menyatakan telah menutup pelayanan sambungan baru untuk pelanggan daya listrik besar atau industri. "Ini dilakukan sebagai upaya menjaga kecukupan energi listrik terhadap para pelanggan rumah tangga dan industri kecil," kata Humas PLN Cabang Pekanbaru, Anson.Ia mengatakan, kemungkinan penolakan atau penundaan untuk sambungan baru bagi calon pelanggan dengan kapasitas daya listrik tinggi dilakukan sampai adanya optimaliasi produksi energi beberapa waktu ke depan.Menurut dia, sejauh ini pertumbuhan masyarakat pelanggan PLN di Pekanbaru cukup pesat, bahkan kalangan pengusaha pengembangan atau pembangun perumahan terus bermunculan. (fzr/ant)