
SELATPANJANG - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar hearing dengan pihak PLN Rayon Selatpanjang, masyarakat Pulaupadang, dan KNPI. Dalam hearing tersebut, diketahui bahwa PLN masih kekurangan daya terutama di Kecamatan Merbau, sehingga 4 desa, Pelantai, Mekarsari, Anak Kamal, dan Meranti Bunting belum bisa teraliri listrik.
Ketua Komisi B Dedi Putra SHi kepada GoRiau mengatakan dalam hearing tersebut pihak PLN mengaku kekurangan daya di PLN Merbau. Dimana, berdasarkan keterangan pihak PLN Rayon Selatpanjang bahwa daya yang tersedia di Merbau sebesar 1,4 Megawatt, dan hanya lebih sekitar 29 KW.
"Itu tidak termasuk kebutuhan di 4 desa tersebut," kata Annas Yasin Ilmianto, Kepala PLN Rayon Selatpanjang saat hearing, Selasa (16/8/2016).
Lalu, kepada 4 desa yang belum teraliri listrik itu ada sekitar 790 KK. Dengan ini dipastikan daya yang ada tidak akan pernah bisa mencukupi kalau dialiri ke 4 desa tersebut.
Tapi, yang paling menyedihkan, rupanya, ratusan KK di 4 desa itu sudah memasang instalasi listrik dan menunggu sekitar 2 tahun tanpa kejelasan. Mereka memasang instalasi listrik ini dengan harapan pihak PLN bisa secepatnya menyambungkan meteran ke rumah-rumah, sehingga merekapun merdeka, dan bisa menikmati penerangan, seperti desa lain. Tapi, hingga Agustus 2016, harapan yang diinginkan itu tak kunjung terealisasi, sehingga mereka menyampaikan keluhan itu ke KNPI untuk minta hearing dengan DPRD dan pihak PLN.
Atas kejadian ini, Dedi Putra didampingi Taufiek meminta pihak PLN segera mungkin menanggapi apa yang menjadi keluhan dan keinginan masyarakat 4 desa di Pulaupadang, Merbau itu.
Kata Dedi, dari hearing, ada beberapa solusi yang ditawarkan dimana harus ada penambahan daya melalui gas, namun itu berat dilakukan dengan kondisi EMP Malacca Strait saat ini. Kemudian, harus ada pemadaman bergilir seandainya daya itu dibagi ke 4 desa tersebut, itu juga tidak memungkinkan untuk dilakukan. Kemudian, ada pilihan lain yaitu memakai mesin yang dibawa dari Bengkalis, namun itu menunggu konfirmasi pihak Rayon Selatpanjang ke PLN area Dumai.
"Masyarakat meminta tahun ini listrik mereka bisa hidup. Kita pahami lah, karena mereka sudah menunggu selama 2 tahun. Kita minta ke PLN cepat menanggapi ini, dan kami akan terus menfollow up. Tolong jangan dibiarkan terlalu lama," ujar Politisi PPP itu kepada GoRiau.
Terlihat hadir saat hearing Selasa siang di Gedung DPRD Meranti, perwakilan masyarakat 4 desa, Pelantai, Anakkamal, Meranti Bunting, dan Mekarsari, Ketua KNPI Hanafi SSos didampingi Sekjend Fadhil beserta pengurus, Anggota Komisi B Tartib, Kadistamben Herman didampingi Kabid Kelistrikan Nofrizal dan staff.
Hearing ini merupakan permohonan dari KNPI atas keluhan masyarakat di Pulau Padang. Respon cepat ditunjukkan Komisi B dengan memanggil pihak masyarakat, PLN, dan dinas terkait. ***