PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum Riau Edy Sabli menyatakan nomor urut pasangan calon tidak akan berubah pada Pilkada putaran kedua pada 30 Oktober 2013. Herman-Agus nomor urut 2, sementara Anas-Andi tetap di nomor 2.

"Nomor pasangan calon tetap mengacu pada nomor urut di putaran pertama. Jadi tidak ada lagi penentuan nomor urut pasangan calon," kata Edy Sabli di Pekanbaru, Sabtu (21/9/2013).

Seperti yang telah ditetapkan di pleno dan rekapitulasi suara pada 15 September, KPU Riau telah menetapkan pasangan nomor 2 Annas Maamum-Arsyadjuliandi Rachman sebagai pemenang Pilkada Gubernur Riau dengan persentase mencapai 28,83 persen dengan jumlah suara 685.291.

Sedangkan posisi kedua diraih oleh pasangan nomor urut 1 Herman Abdullah-Agus Hidayat sebesar 23,00 persen dengan jumlah suara 546.714. Sesuai dengan aturan KPU, jika tidak ada pasangan calon yang meraih suara diatas 31 persen maka gubernur akan dipilih lagi pada putaran kedua.

Kebetulan, katanya, kedua pemenang Pilkada putaran pertama memiliki nomor urut 1 dan 2 sehingga tidak kelihatan aneh. "Kalaupun yang menang misalnya nomor 1 dan nomor 5, nomor urut yang dipakai juga tetap 1 dan 5," tambah Edy Sabli.

Untuk putaran kedua KPU Riau telah mempersiapkan segala keperluan baik materil ataupun nonmateril. Untuk keperluan materil KPU telah mengajukan penambahan anggaran pada APBD-P sebanyak Rp32 miliar.

Sebelumnya KPU telah diberi anggaran sebanyak Rp250 miliar. Sementara itu pada putaran pertama telah dihabiskan sebanyak Rp 214 miliar sehingga menyisakan Rp36 miliar.

"Kami membutuhkan Rp68 miliar untuk putaran kedua, makanya kita ajukan tambahan lagi Rp 32 miliar untuk menambah dana sisi yang berjumlah Rp36 Miliar," katanya.

Mengenai logistik menurut Edy Sabli tetap dikoordinir oleh rekanan yang menyediakan surat suara putaran pertama PT karya Kita. Selain itu Edy menambahkan jadwal kampanye menjelang putaran kedua hanya tiga hari.(ant/fzr)